Dua Anak Berhasil Keluar dari Stunting, Puskesmas Tongguh Perkuat Komitmen Cegah Kasus Baru

avatar Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Komitmen menekan angka stunting terus diperkuat UPT Puskesmas Tongguh. Melalui berbagai intervensi program gizi dan pendampingan terhadap anak sasaran, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif.

Hal itu terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) program gizi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan di UPT Puskesmas Tongguh, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Dinas Pertanian Bangkalan Sidak ke Mano'an, Telusuri Dugaan Harga Pupuk Subsidi di Atas HET

Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Kesehatan melakukan validasi terhadap kasus stunting melalui pengukuran tinggi badan dan penimbangan ulang anak yang melibatkan kader Posyandu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi aktual anak sekaligus mengevaluasi perkembangan program penanganan stunting.

Berdasarkan data yang disampaikan, dari total 15 kasus stunting yang tercatat, sebanyak sembilan anak menjadi sampel pemeriksaan. Hasilnya, tujuh anak masih masuk kategori stunting, sedangkan dua anak lainnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada dalam kategori normal.

Kepala UPT Puskesmas Tongguh, Wina Afiantiningtiyas, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan dan pihak terkait yang selama ini konsisten melakukan pendampingan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, hasil validasi ini menjadi kabar baik sekaligus motivasi bagi kami. Dua anak yang sebelumnya tercatat stunting kini sudah berada dalam kondisi normal. Namun, kami tidak akan berhenti sampai di sini karena masih ada anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan," tutur Wina.

Baca Juga: Nomor WhatsApp Tak Dikenal Catut Nama Bupati Bangkalan, Diskominfo Pastikan Hoaks

Ia menjelaskan, upaya penanganan stunting dilakukan melalui sejumlah langkah nyata, mulai dari pemberian makanan tambahan berupa susu dan makanan tambahan lokal, edukasi pemenuhan gizi kepada orang tua, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Menurut Wina, keterlibatan dokter, petugas gizi, bidan desa, kader Posyandu serta dukungan lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program tersebut.

"Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Peran orang tua juga sangat penting dalam memperhatikan asupan gizi, pola asuh dan kesehatan anak di lingkungan keluarga," tambahnya.

Baca Juga: Kasat Lantas Polres Bangkalan AKP FEBRY HERMAWAN Pimpin Lansung Jum'at Berkah Di Mushola Al Jufri Martajsah

Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat program pencegahan agar tidak muncul kasus stunting baru di wilayah kerja Puskesmas Tongguh.

"Kami memiliki komitmen BEBAS STUNTING BARU. Artinya, selain terus melakukan penanganan terhadap anak yang masih mengalami stunting, kami juga berupaya mencegah munculnya kasus baru. Harapan kami seluruh anak dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal," tegas Wina.

Melalui evaluasi dan penguatan program secara berkelanjutan, UPT Puskesmas Tongguh berharap capaian positif tersebut dapat terus ditingkatkan. Sinergi tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi Bangkalan yang sehat dan berkualitas.(Team/Red)

Berita Terbaru