Bangkalan, bnewsnasional.id - Aspek keselamatan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan tajam. Insiden ambruknya plafon di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan diduga kuat telah memakan korban seorang siswa kelas II. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (16/10) ini seketika memicu gelombang desakan dari wali murid yang menuntut transparansi dan audit total kelayakan bangunan sekolah.
Berdasarkan dokumentasi dan foto yang beredar luas di aplikasi pesan WhatsApp, kerusakan sarana belajar di sekolah yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta No. 5, Mlajah ini tergolong parah. Langit-langit ruangan tampak bolong menganga dengan material yang berserakan, bersamaan dengan foto lain yang memperlihatkan seorang siswa tengah mendapatkan penanganan medis akibat tertimpa reruntuhan.
Hingga saat ini, pihak manajemen MAN Bangkalan masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi utuh, penyebab rapuhnya struktur plafon, maupun kondisi medis terkini dari siswa yang menjadi korban.
Sikap pasif sekolah ini langsung memantik reaksi keras dari perwakilan wali murid. Mereka menilai ada pembiaran terhadap kelaikan fasilitas yang mengancam nyawa anak didik.
"Sebagai orang tua, kami menitipkan anak untuk belajar, bukan untuk bertaruh nyawa di dalam kelas. Jika sampai ada plafon ambruk dan memakan korban, artinya ada kelalaian dalam perawatan gedung," cetus salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan posisi anaknya di sekolah.
Baca Juga: PROGRES PEMBANGUNAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DESA TENGKET CAPAI 32 PERSEN
Ia menegaskan, pihak madrasah tidak boleh menutup-nutupi insiden ini dan wajib melakukan investigasi menyeluruh ke setiap ruang kelas.
"Kami menuntut pemeriksaan total. Jangan tunggu ada korban jiwa atau atap lain yang roboh baru sekolah sibuk berbenah. Hak atas rasa aman siswa tidak bisa ditawar!" tegasnya.
Baca Juga: Napak Tilas Sejarah Bangkalan, Bupati Ziarah ke Makam Leluhur di Arosbaya
Secara regulasi, ruang belajar wajib memenuhi standar keamanan ketat yang diatur dalam undang-undang sistem pendidikan nasional. Ambruknya plafon di MAN Bangkalan ini menjadi alarm keras bahwa mekanisme pengawasan difasilitas pendidikan setempat disinyalir tidak berjalan optimal secara berkala.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya membuka ruang konfirmasi bagi kepala sekolah maupun pihak kedinasan terkait guna memberikan hak jawab secara akurat dan berimbang. Keterbukaan informasi sangat mendesak diperlukan agar para orang tua murid mendapatkan kepastian atas jaminan keselamatan anak-anak mereka selama berada di area sekolah.(Team/Red)
Editor : Redaksi