Sampang, bnewsnasional.id – Pelaksanaan visitasi akreditasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Iman, Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pihak madrasah untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di kawasan pedesaan pelosok Madura.
Visitasi tersebut dipimpin oleh dua asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Jawa Timur, yakni Zahrotun Na’imah, S.Pd. dan Masykurotus Syarifah, M.MPd., M.H.I. Keduanya melakukan penilaian intensif melalui pengamatan langsung, wawancara, hingga peninjauan sarana dan kegiatan pembelajaran.
Baca Juga: Ketua PKDI Madura Raya Buktikan Kepedulian, 1.500 Anak Yatim Pantura Dapat Santunan Uang Tunai
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dan doa bersama oleh Ketua Yayasan Darul Iman Al-Hakami, KH. Hakam Ali. Acara dilanjutkan dengan sambutan Pengawas MTs Darul Iman, Miftahul Hidayat, serta Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E.
Dalam arahannya, tim asesor BAN-PDM Jawa Timur memberikan motivasi sekaligus apresiasi tinggi atas dedikasi lembaga yang konsisten mencerdaskan anak bangsa di tengah berbagai keterbatasan wilayah pedesaan.
Kepala MTs Darul Iman, Moh. Sakban, S.E., mengungkapkan bahwa pengelolaan pendidikan di wilayahnya membutuhkan pengorbanan dan komitmen ekstra. Pihaknya terus berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada demi menjaga mutu pembelajaran, meski terbentang kendala finansial dan fasilitas.
Salah satu tantangan berat yang dihadapi adalah akses jalan menuju madrasah yang masih rusak dan berbatu. Kondisi ini menyulitkan mobilitas para pengajar, khususnya guru dari luar daerah. Bahkan, tidak sedikit tenaga pendidik yang hanya bertahan sekitar satu tahun akibat kendala geografis tersebut.
Kendati demikian, MTs Darul Iman tidak surut langkah dalam melayani kebutuhan pendidikan anak-anak di Desa Bunten Timur dan sekitarnya.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya memberikan pendidikan terbaik. Bagi kami, pendidikan adalah amanah yang harus terus diperjuangkan agar generasi muda memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Moh. Sakban.
Usai pembukaan, tim asesor merambah ke ruang-ruang kelas untuk mengobservasi secara langsung proses belajar-mengajar. Tahapan kemudian dilanjutkan dengan wawancara komprehensif bersama unsur yayasan, komite madrasah, guru, operator, hingga wali murid untuk menggali gambaran utuh tata kelola lembaga.
Baca Juga: Semangat Gotong Royong, Swadaya Masyarakat Bangun Jalan Dusun Kloykoi Desa Daleman Sampang Madura
Menariknya, Ketua Yayasan Darul Iman Al-Hakami, KH. Hakam Ali, tampak hadir mengawal seluruh prosesi dari awal hingga usai. Di usianya yang telah lanjut, kehadiran dan antusiasme beliau mendapat respons positif dari tim asesor karena menjadi bukti nyata besarnya komitmen yayasan.
Kesan positif turut dirasakan para guru dan orang tua murid. Sikap asesor yang ramah, terbuka, dan humanis membuat suasana evaluasi berjalan komunikatif tanpa rasa canggung. Bagi MTs Darul Iman, visitasi ini bukan sekadar penilaian administratif, melainkan ruang refleksi untuk terus membenahi kualitas pengajaran.
Pelaksanaan akreditasi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan di pelosok membutuhkan perhatian dan sinergi bersama. Lewat dukungan yayasan, pendidik, dan masyarakat sekitar, MTs Darul Iman optimistis dapat melahirkan generasi penerus Madura yang cerdas dan berdaya saing.(Tim/Red)
Editor : Redaksi