JALAN PROVINSI SIWALAWA–SIROMBU MEMPRIHATINKAN, WARGA HARUS DORONG MOBIL TERJEBAK LUMPUR

avatar Redaksi

NIAS BARAT,bnewsnasional.id – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan wilayah Siwalawa hingga Sirombu, Kabupaten Nias Barat, kembali menjadi perhatian. Kerusakan jalan yang semakin parah membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama ketika hujan turun dan badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur.

Kondisi tersebut tergambar dalam foto yang beredar, di mana sebuah kendaraan harus didorong secara bersama-sama oleh warga karena terjebak di badan jalan yang berlumpur dan tergenang.

Baca Juga: Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Sumut, Danrem 023/KS, dan Dandim 0213/Nias

Selain ruas Siwalawa II–Sirombu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan penghubung Desa Sisobambowo–Iraonogeba yang disebut mengalami kerusakan cukup parah, berupa lubang, genangan air dan lumpur.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan masyarakat tidak jarang mengalami kesulitan untuk melintas. Bahkan, warga harus bergotong royong membantu kendaraan yang terjebak agar dapat kembali melanjutkan perjalanan.

Akses Utama Masyarakat Jangan Dibiarkan Rusak

Jalan tersebut bukan sekadar akses transportasi, tetapi menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju pusat pemerintahan, pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah meninjau langsung kondisi jalur penghubung Nias Selatan–Nias Barat pada 18 Juli 2026. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat itu menyampaikan bahwa pembangunan jalan dan jembatan jalur barat tersebut akan dilakukan secara bertahap. 

Data yang disampaikan Pemkab Nias Barat pada September 2026 juga mencatat adanya kerusakan berat pada ruas Siwalawa II–Sirombu sepanjang sekitar 4,6 kilometer, yang berada di wilayah Desa Fadoro dan Desa Sisobandrao. 

Baca Juga: Ketahuan Boroknya Pembangunan Turap-Talud-Bronjong pada Jalan Provinsi Rp 6,3 Milyar Provinsi Diduga Ada Ketidaksesuaian

Masyarakat Minta Pemprov Sumut Segera Bertindak

Melihat kondisi di lapangan, masyarakat berharap Gubernur Sumatera Utara bersama Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian serius terhadap keluhan warga.

Pemerintah diharapkan tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi memastikan adanya penanganan nyata dan terukur, terutama pada titik-titik jalan yang sudah sulit dilalui kendaraan.


“Kami berharap pemerintah melihat langsung kondisi jalan ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena akses jalan yang rusak. Kendaraan saja harus didorong bersama-sama agar bisa lewat,” demikian keluhan masyarakat yang disampaikan terkait kondisi tersebut.

Baca Juga: Duit Rakyat Rp11,9 M Jadi 'Kubangan Lumpur, Netizen Tuding UPT Gunungsitoli dan PPK Sengaja Main Mata Sembunyikan SPK!

 

Masyarakat juga meminta agar penanganan dilakukan dengan memperhatikan kualitas dan ketahanan pekerjaan, sehingga perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan segera merespons keluhan masyarakat di jalur Siwalawa–Sirombu serta akses Sisobambowo–Iraonogeba, karena jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penunjang perekonomian dan konektivitas antarwilayah.

Redaksi

Berita Terbaru