Bangkalan,bnewsnasional.id — Pemerintah Desa Gili Timur bekerja sama dengan Puskesmas Kamal menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kopdes Desa Gili Timur tersebut dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Sekitar 200 warga tampak antusias mengikuti berbagai layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan.
Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Puskesmas Arosbaya: Hamid Resmi Gantikan dr. Anita Oktavia
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara lebih dini sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya melakukan pemeriksaan secara rutin.
Sejumlah pemeriksaan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), tekanan darah, gula darah hingga pemeriksaan rontgen.
Pemeriksaan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas. Namun, warga dari berbagai kelompok usia juga dapat mengikuti layanan kesehatan yang disediakan.
Yayuk, salah satu kader Desa Gili Timur, mengatakan pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini.
Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum menyadari memiliki gangguan kesehatan karena jarang melakukan pemeriksaan.
"Banyak penyakit yang tidak disadari sejak dini. Ada anak-anak maupun orang lanjut usia yang tidak mengetahui dirinya memiliki penyakit karena takut untuk memeriksakan diri dan merasa pemeriksaan itu mahal," ujar Yayuk.
Dengan adanya pemeriksaan langsung di lingkungan desa, masyarakat dinilai lebih mudah mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut melibatkan kader Posyandu, bidan serta mahasiswa KKNT Desa Gili Timur.
Mahasiswa KKNT membantu mengarahkan warga selama proses pemeriksaan, termasuk membantu kader dan petugas kesehatan agar pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Baca Juga: Puskesmas Sepulu Beri Klarifikasi Soal Video Pelayanan Pasien di UGD
Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan masyarakat.
Salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan, Siti Romlah, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mengetahui kondisi kesehatannya.
Ia juga mengaku baru pertama kali melihat pemeriksaan kesehatan yang menyediakan layanan rontgen secara langsung di lingkungan desa.
Menurut Siti, kegiatan berjalan cukup tertib karena kader dan petugas Puskesmas turut membantu warga selama proses pemeriksaan. Mahasiswa KKNT juga ikut mendampingi masyarakat.
"Kalau pemeriksaan di desa seperti ini, warga jadi lebih berani karena banyak yang dikenal dan bisa periksa bersama-sama," ungkap Siti, warga Desa Gili Timur.
Ia berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti tersebut dapat terus dilaksanakan karena cukup banyak masyarakat lanjut usia yang membutuhkan layanan kesehatan.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Sektor, UPT Puskesmas Arosbaya Gelar Minilokakarya Triwulan II
Dalam pemeriksaan rontgen, apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, warga akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dahak yang selanjutnya diperiksa di laboratorium.
Selain kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Gili Timur juga memiliki program pemeriksaan kesehatan gratis lainnya melalui Cek Kesehatan Fortune yang biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun.
Pada Desember mendatang, kegiatan tersebut direncanakan berfokus pada pemeriksaan mata sekaligus penyediaan kacamata baru bagi masyarakat.
Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan di Kopdes Desa Gili Timur, pemerintah desa bersama Puskesmas Kamal, kader, bidan dan mahasiswa KKNT terus mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar masyarakat lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatan dan tidak menunda pemeriksaan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.(Team/Red)
Editor : Redaksi