Bangkalan,BnewsNasional.id – Sejumlah warga miskin di Kabupaten Bangkalan dibuat kaget bukan main. Bagaimana tidak? Nama mereka tiba-tiba tercatat masuk kelompok ekonomi mapan (desil 6-10) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Padahal, sehari-hari mereka adalah penerima bansos PKH dan BPNT yang hidup serba pas-pasan. Kini, warga dihantui ketakutan jika bantuan yang menjadi penyambung hidup mereka dihentikan akibat data yang dinilai tidak akurat ini.
"Kami buat makan saja susah, kok bisa masuk desil tinggi? Proses pendataannya bagaimana?" protes seorang warga yang minta dirahasiakan identitasnya.
Baca Juga: Guru SMPN 1 Blega Raih Penghargaan Nasional dalam Ajang Canvassador Summit Canva Indonesia
Menduga ada salah input petugas lapangan, warga mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan segera melakukan verifikasi ulang langsung ke rumah-rumah warga. Mereka menuntut perbaikan data secepatnya agar hak masyarakat kecil tidak hangus.
Baca Juga: Bareskrim Polri Tindak Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai mekanisme penentuan desil dalam DTSEN tersebut.(Team/Red)
Editor : Redaksi