Nelayan Banyuates Ancam Lumpuhkan Eksplorasi Sumur Hidayah I Jika Petronas Tak Bayar Ganti Rugi

avatar Hanif

Sampang, bnewsnasional.id – Sikap bungkam dan ketidakpastian yang ditunjukkan oleh raksasa migas asal Malaysia, Petronas, memicu kemarahan ratusan nelayan di Kecamatan Banyuates, Sampang. Sebanyak 300 perahu nelayan nekat bergerak serempak mengepung perairan utara Madura sebagai bentuk protes keras atas mandeknya pembayaran ganti rugi kerusakan alat tangkap senilai Rp6,3 miliar, Senin (29/6/2026).

Aksi massa di tengah laut ini menyasar titik kegiatan Pre-Lay Survey proyek migas Sumur Hidayah I milik Petronas. Kehadiran ratusan perahu tersebut menjadi simbol perlawanan masyarakat pesisir yang ekonominya tercekik akibat aktivitas eksplorasi perusahaan.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Bhabinkamtibmas Polsek Omben Rutin Sambang Diagolis 

Koordinator aksi, Muhlis, menegaskan bahwa nelayan tidak berniat menjegal investasi. Namun, mereka menuntut pertanggungjawaban nyata atas dampak fatal survei seismik Petronas pada tahun 2024 lalu yang menghancurkan ruang hidup mereka.

"Kami tidak pernah menolak investasi maupun kegiatan Petronas. Yang kami perjuangkan adalah penyelesaian ganti rugi atas kerusakan jaring, bubuh, rumpon, dan alat tangkap lainnya akibat kegiatan tahun 2024,"Ujarnya Muhlis dengan nada geram.

Data internal Petronas sebenarnya telah mencatat nilai kerugian nelayan yang menembus angka Rp6,3 miliar. Ironisnya, angka fantastis tersebut dinilai belum seberapa dibandingkan dengan hilangnya pendapatan harian nelayan selama ruang tangkap mereka terganggu oleh proyek ini.

Baca Juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Keluarga Besar bnewsnasional.id Berduka Atas Wafatnya Istri dari Pak Muderi di Sampang

Petronas Bungkam dan BersembunyiMeski laut utara Madura dipadati oleh ratusan nelayan yang menuntut haknya selama hampir tiga jam, tidak ada satu pun perwakilan manajemen Petronas yang berani menampakkan diri atau menemui massa. Sikap menutup mata ini dinilai melukai rasa keadilan warga lokal.

Ketua Persatuan Nelayan Banyuates, Muara, menyampaikan kekecewaan mendalam atas absennya pihak perusahaan. Ia melayangkan ancaman keras bahwa nelayan siap melumpuhkan aktivitas proyek jika hak mereka terus diabaikan.

"Selama belum ada kejelasan pembayaran ganti rugi atas rumpon, jaring, dan bubuh milik nelayan, kami akan terus melakukan aksi. Baik pada tahap survei maupun ketika eksplorasi Sumur Hidayah I berlangsung," ancam Muara.

Baca Juga: Dipanggil Pagi, Disuruh Diam, Pelaku Menghilang: Skandal Penanganan Kasus di Sampang?

Jeratan Utang Nelayan di Tengah Proyek MegahDi balik megahnya proyek migas Sumur Hidayah I, para nelayan justru harus menanggung beban hidup yang berat. Banyak dari mereka kini terjerat kesulitan finansial dan kelimpungan membayar cicilan pinjaman bank yang digunakan untuk membeli alat tangkap—yang kini telah hancur dan hilang akibat operasi Petronas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Petronas masih memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan ganti rugi maupun aksi pengepungan yang dilakukan oleh masyarakat Banyuates, "Tutupnya.(Team/Red)

Berita Terbaru