Sandur Madura, Pro SURAMADU Resmikan Ambulans Gratis

avatar Redaksi

Surabaya, bnewsnasional.id - Masyarakat Madura terus menjaga tradisi Remoh Sandur sebagai warisan budaya yang tetap eksis di tengah kemajuan zaman. Pada Senin (13/4/2026), kegiatan ini membuktikan bahwa pelestarian adat mampu menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi warga.

Remoh Sandur memang mengandung nilai kebersamaan serta semangat gotong royong yang sangat kuat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana penguatan ekonomi komunitas yang turun-temurun.

Baca Juga: Hobi Balap Kelinci? Lapangan di Jalan Raya Rabesan Bangkalan Sudah Siap Gelar Lomba!

Selanjutnya, para peserta memberikan “bowohan” atau sumbangan kepada tuan rumah dalam setiap penyelenggaraan. Sistem tersebut mencerminkan semangat solidaritas yang tinggi karena sumbangan itu akan kembali saat peserta lain menjadi tuan rumah.

Namun, momentum kali ini terasa lebih istimewa ketika Haji Udin selaku Kepala Desa Meteng bertindak sebagai tuan rumah. Saat itu, tokoh dan sesepuh komunitas Pro SURAMADU melakukan prosesi simbolis penyerahan dua unit ambulans hasil swadaya mereka.

Kemudian, sejumlah tokoh sesepuh dan tokoh blater menyaksikan langsung peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita. Selain itu, mereka mengibarkan bendera organisasi Pro SURAMADU sebagai simbol persatuan warga Madura di perantauan Surabaya.

Suasana kegiatan pun tampak semakin meriah dengan nuansa budaya yang sangat kental. Para tamu dan tuan rumah tampil mengenakan busana tradisional seperti pesa’an dan udeng sebagai identitas asli masyarakat Madura.

Oleh karena itu, pertunjukan sandur menjadi daya tarik utama bagi semua hadirin. Seluruh penampil adalah laki-laki, termasuk penari lenggek yang memakai busana perempuan dan menerima saweran dari para tamu undangan.

Baca Juga: Kopdar Keliling TKCI Madura–Bangkalan Meriah, Konvoi Malam di Tol Jadi Daya Tarik

Sementara itu, Ketua Persatuan Otok-Otok Surabaya Madura (Pro SURAMADU), H. Syaiful Anam, menegaskan bahwa tradisi ini memiliki nilai sejarah yang panjang. Ia memandang Remoh Sandur sebagai alat komunikasi sosial yang efektif.

"Remoh Sandur Madura ini terbentuk sejak zaman dulu, bahkan sebelum kemerdekaan sudah ada. Jadi ini adalah sarana komunikasi lintas elemen, dari masyarakat ke pemerintahan," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa komunitas Pro SURAMADU merangkul berbagai elemen masyarakat Madura untuk memperkuat kebersamaan. Hal ini bertujuan agar mereka bisa mencari solusi bersama atas berbagai persoalan sosial.

"Di sini tergabung menjadi satu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk bersama-sama memecahkan permasalahan di antara kaum Madura. Ini adalah persatuan yang menyatu dengan seni kebudayaan kami. Segala dinamika dan permasalahan dalam kehidupan masyarakat Madura tertuang dalam nilai-nilai Remoh Sandur ini," pungkasnya.

Baca Juga: Pastikan Keselamatan Pengunjung, Ibiza Club Sediakan Ambulance Untuk Antisipasi Keadaan Darurat

Oleh sebab itu, mereka akan mengoperasikan dua unit ambulans tersebut secara gratis untuk anggota maupun masyarakat umum. Bantuan ini merupakan bentuk nyata pelayanan kemanusiaan yang lahir dari semangat gotong royong.

Tradisi Remoh Sandur pun terbukti mampu menjembatani hubungan masyarakat Madura dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Akibatnya, solidaritas para perantau Madura yang menetap di Surabaya kini menjadi semakin erat.

Kesimpulannya, keberlangsungan Remoh Sandur menegaskan bahwa tradisi merupakan perekat persaudaraan dan penggerak ekonomi komunitas. Nilai-nilai luhur di dalamnya menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun masyarakat sejahtera.(Red)

Berita Terbaru