Tagihan Air “Tak Masuk Akal” Meluas, Warga Kecamatan Arosbaya Desak Transparansi

avatar Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Skandal lonjakan tagihan air kian meluas di Kecamatan Arosbaya. Tak hanya dikeluhkan warga Desa Tambegan dan Desa Berbeluk, kini keluhan serupa juga datang dari warga Desa Arosbaya, Tengket, hingga Buduran. Persoalan ini menjelma menjadi gelombang protes yang semakin meluas.

Warga di sejumlah desa tersebut kompak mengeluhkan tagihan air dari PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan yang dinilai tidak masuk akal. Lonjakan tagihan disebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa sosialisasi maupun penjelasan resmi dari pihak terkait.

Baca Juga: PDAM Mulai Buka Suara, Petugas Lapangan Minta Warga Tempuh Jalur Pengaduan Resmi

Ironisnya, banyak warga mengaku tagihan justru lebih mahal saat air tidak digunakan.

“Ini sudah tidak masuk akal. Dipakai mahal, tidak dipakai malah lebih mahal. Kami merasa dipermainkan,” tegas salah satu warga dengan nada kesal.

Fenomena ini terjadi secara masif di berbagai desa, bukan hanya satu-dua pelanggan. Kondisi tersebut memicu kecurigaan adanya persoalan serius, mulai dari kesalahan pencatatan meter, sistem penagihan bermasalah, hingga dugaan kelalaian dalam pengelolaan.

Baca Juga: Dirut PUDAM Bangkalan Bungkam Soal Lonjakan Tagihan di Tambegan, Hanya Kirim Pesan ‘Template’

Situasi semakin memanas lantaran minimnya transparansi dari pihak PUDAM. Warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan rinci, sementara tagihan terus membengkak dan memberatkan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, warga Desa Tambegan telah lebih dulu menyiapkan langkah resmi dengan melayangkan laporan ke pemerintah daerah, DPRD, hingga Ombudsman. Kini, warga dari desa lain seperti Berbeluk, Arosbaya, Tengket, dan Buduran menyatakan siap bergabung untuk memperkuat tekanan agar persoalan ini segera diusut tuntas.

Desakan audit menyeluruh terhadap sistem penagihan pun menguat. Warga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan investigasi langsung di lapangan.

Baca Juga: PDAM wajib Perkuat Tata Kelola dan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal desa Tambegan Arosbaya

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak PUDAM Bangkalan, termasuk kepada Direktur Utama, terus dilakukan. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan substansial terkait penyebab lonjakan tagihan. Bahkan, respons yang diberikan sebelumnya hanya berupa template panduan layanan, yang dinilai tidak menjawab persoalan utama.

Kasus ini menjadi sorotan serius terhadap kualitas pelayanan publik di sektor air bersih. Transparansi dan akuntabilitas kini dipertanyakan, sementara masyarakat menuntut kejelasan atas tagihan yang mereka nilai semakin mencekik. (Team/Red)

Berita Terbaru