Gangguan kelestrikan di Kepulauan Nias

Gangguan Listrik PLN di wilayah 3 Nias Barat , Masyarakat Menuai sorotan tajam Desak Evaluasi Manajemen dan Tingkatkan

avatar YUNIANTO

Gangguan Listrik PLN di wilayah 3 Nias Barat , Masyarakat Menuai sorotan tajam Desak Evaluasi Manajemen dan Tingkatkan Kapasitas Jaringan


Kepulauan Nias,bnewsnasional.id -Pasokan listrik yang sering padam secara mendadak dan hampir terjadi setiap hari dinilai telah menimbulkan kerugian serius bagi pelanggan, khususnya masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Nias Barat,Nias Selatan,Nias Utara dan sebagian Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara (SUMUT)

Baca Juga: Keluhan Warga DPRD Mata Melihat,Bupati Kuping Mendengar.

Pemadaman berulang tersebut berdampak langsung pada terhentinya aktivitas usaha kecil dan menengah (UKM), kerusakan peralatan elektronik milik warga, terganggunya layanan publik, serta melemahnya produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah ULP 3 Nias barat yang tergolong beberapa Kecamatan yaitu

Wilayah Kabupaten Nias:

Kecamatan Hiliserangkai
Kecamatan Botomuzoi 

Wilayah Kabupaten Nias Barat:

Kecamatan Moi
Kecamatan Mandrehe
Kecamatan Ulumoroo
Kecamatan Mandrehe Utara 
Kecamatan Moroo
Kecamatan Lahomi
Kacamatan Mandrehe Barat 
Kecamatan Sirombu.

Kabupaten Nias Utara:

Kecamatan Tugala Oyo.

Kabupaten Nias Selatan :
Kecamatan O'OU
Kecamatan Lolowau
Kecamatan Huruna
Kecamatan Lolomatua


Tokoh masyarakat dan juga warga menuai sorotan tajam , di bebetapa Kecamatan diatas ,kepada media  pada Minggu (1/2/2026), menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh lagi dibiarkan karena telah berlangsung lama tanpa solusi nyata.

“Listrik di Ulp wilayah 3 Nias Barat , khususnya di berbagai kecamatan wilayah ULP 3 Nias Barat , hampir setiap hari padam. Ini sangat merugikan masyarakat. UKM macet, alat elektronik rusak, dan aktivitas warga lumpuh. Negara tidak boleh membiarkan rakyat terus dirugikan,” tegas beberpa tokoh.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penghinaan Suku Nias DR.G,Keadilan di tegakkan Namun Tidak lepas dari Hukum Fondako,sebagai Pilar Persatuan

Khususnya DPRD Kabupaten Nias Barat harus segera mengambil langkah politik dan konstitusional dengan memanggil pimpinan PLN Sistem Kelistrikan di wilayah 3 Nias Barat  untuk dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka.

“Kami minta DPRD Kabupaten Nias Barat  segera memanggil Kepala PLN Ulp 3 Nias Barat  dan  Harus dijelaskan apa penyebab pemadaman yang terus berulang ini dan apa solusi konkret yang akan dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tokoh  mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Sistem Kelistrikan di wilayah 3kabupaten Nias Barat . Ia menilai, bila pengelolaan tidak mampu menjamin pasokan listrik yang handal dan berkelanjutan, maka perlu dilakukan perombakan manajemen.

“Kalau manajemennya tidak mampu, harus dievaluasi bahkan dicopot. Pemadaman listrik yang merugikan rakyat seperti ini harus diakhiri,” tandasnya.

Ia juga meminta PLN Pusat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), DPR RI, serta Ombudsman RI untuk turun tangan mengawasi kinerja PLN UP 3 Nias , khususnya di Kepulauan Nias yang selama ini masih bergantung pada sistem kelistrikan terisolasi.

Masyarakat berharap pemerintah pusat tidak menutup mata terhadap persoalan kelistrikan di daerah pulau Nias Ini.

Baca Juga: Lalap sijago Merah  Rumah di Desa Silima Banua Pemerintah Nias Utara Prihatin.

Pasokan listrik yang stabil dinilai sebagai hak dasar warga negara sekaligus syarat utama percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab seringnya pemadaman listrik di Kabupaten wilayah 3 Nias Barat dan pada umumnya di kepulauan Nias secara umum.

Masyarakat Kepulauan Nias juga meminta agar PLN Pusat segera meningkatkan kapasitas jaringan listrik di wilayah ULP 3 Nias Barat untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik di masa depan. "Kita tidak bisa terus-terusan bergantung pada sistem kelistrikan yang sudah tua dan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," kata salah satu tokoh masyarakat.

Dampak dari pemadaman listrik yang berulang juga dirasakan oleh sektor pendidikan, di mana kegiatan belajar mengajar sering terganggu karena tidak adanya listrik. "Guru-guru dan siswa-siswa kita tidak bisa belajar dengan baik karena listrik sering padam," tambah tokoh masyarakat lainnya.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah dan PLN Pusat segera melakukan investasi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kelistrikan di Kepulauan Nias. "Kita butuh listrik yang stabil untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat," tegas salah satu warga.

Hingga saat ini, masyarakat Kepulauan Nias masih menunggu respons dari PLN Pusat dan pemerintah daerah terkait masalah pemadaman listrik yang berulang. "Kami berharap ada solusi konkret dan segera untuk mengakhiri masalah ini," tutup salah satu tokoh masyarakat.

Berita Terbaru