Aksi Gali Jalan Tengah Malam di Jalur Arosbaya–Campor Digagalkan Kades Dlemer, Diduga Incar Kabel Telkom

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Aktivitas mencurigakan dilakukan sekelompok orang tak dikenal di pinggir jalan raya Arosbaya–Campor, tepatnya di wilayah Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Sekitar 12 orang lebih datang menggunakan sebuah truk sambil membawa pacul dan diduga melakukan penggalian di area depan Puskesmas Tongguh hingga depan toko Basmalah.

Aksi yang berlangsung pada malam hari itu sontak membuat warga geger. Pasalnya, para pekerja tidak diketahui identitasnya dan diduga melakukan penggalian tanpa pemberitahuan kepada pemerintah desa maupun aparat setempat.

Baca juga: Dugaan Pencurian Kabel Telkom Kembali Terjadi, Kasus Disebut Ditangani Resmob Polrestabes

Kegiatan tersebut akhirnya digagalkan oleh Kepala Desa Dlemer setelah mendapat laporan dari warga sekitar. Saat mendatangi lokasi, kades mendapati beberapa titik di pinggir jalan sudah berlubang duduga akibat digali oleh rombongan tersebut.

Menurut Kepala Desa Dlemer, dirinya langsung menghentikan aktivitas itu karena dianggap sangat mencurigakan dan tidak memiliki izin maupun koordinasi resmi.

“Karena tidak ada pamit-pamitnya sama kepala desa maupun Polsek setempat. Saya curiga kalau ini maling kabel,” tegas Kepala Desa Dlemer kepada wartawan.

Baca juga: Nekat Beraksi di Surabaya, Komplotan Pencuri Kabel Telkom Ditangkap

Kades juga meminta seluruh lubang yang sudah digali agar segera ditutup kembali demi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Setelah ditegur, para pekerja akhirnya menutup kembali bekas galian tersebut.

Warga menduga penggalian itu berkaitan dengan upaya pencurian kabel Telkom yang berada di bawah tanah. Dugaan tersebut muncul karena lokasi yang digali berada di jalur jaringan kabel komunikasi di sepanjang jalan raya Arosbaya–Campor.

Baca juga: Kepala Desa Buduran Datangi GraPARI Laporkan Kabel Menjuntai yang Lumpuhkan Akses Jalan Warga

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena dikhawatirkan dapat merusak fasilitas umum dan mengganggu jaringan komunikasi warga apabila benar terjadi pencurian kabel.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti identitas rombongan tersebut maupun tujuan sebenarnya melakukan penggalian di kawasan Desa Buduran tersebut. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru