Bangkalan,bnewsnasional.id – Polemik dugaan iuran tak transparan di tubuh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan makin panas dan kini menyeret perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, melontarkan kritik keras yang menampar langsung pengurus PGRI di tengah derasnya keluhan para guru, khususnya guru sukarelawan PAUD dan TK.
Pernyataan orang nomor dua di Bangkalan itu menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab tidak tinggal diam melihat kegaduhan internal organisasi guru yang belakangan menjadi sorotan publik. Bahkan, Wabup secara terang-terangan mempertanyakan kualitas kepemimpinan dan proses pemilihan ketua di tubuh PGRI Bangkalan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Heboh di Pasar Patemon, Dua Orang Tak Dikenal Diduga Lakukan Penyemprotan Air Cabai
“Kalau organisasi PGRI itu dipilih anggota untuk menjadi ketua, telah terjadi polemik ini kenapa dipilih dulu?” sindir Fauzan dengan nada tajam.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai tamparan telak terhadap pengurus PGRI yang dianggap gagal menjaga kepercayaan para guru. Alih-alih menjadi rumah perjuangan tenaga pendidik, organisasi itu justru dituding memicu keresahan akibat dugaan pengelolaan iuran yang tidak jelas arah penggunaannya.
Fauzan menegaskan, PGRI seharusnya hadir untuk melindungi dan memperjuangkan nasib guru, bukan malah membebani mereka dengan pungutan yang dipersoalkan anggotanya sendiri.
“Organisasi itu dibentuk oleh para guru dan harus memberi manfaat nyata kepada guru. Kalau memang kondisi PGRI seperti yang viral sekarang, ya harus segera memperbaiki kinerja,” tegasnya.
Baca Juga: Sebut Wartawan dan LSM Penyakit, Aktivis Desak Bupati Bangkalan Copot Ketua PGRI
“Kalau Tidak Transparan, Jangan Dibayar!”
Puncak kritik Wabup Bangkalan muncul saat menyinggung soal iuran organisasi yang disebut-sebut tidak transparan. Dengan nada tegas, Fauzan bahkan menyarankan guru agar berani menolak membayar apabila pengelolaan dana tidak terbuka.
“Ada iuran menurut teman-teman guru tidak transparan, jangan bayar saja!” cetusnya.
Baca Juga: PGRI Bangkalan Disorot, Ancaman Somasi ke Wartawan Dinilai Bentuk Pembungkaman Kritik
Ucapan itu langsung menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keresahan guru di bawah. Pernyataan tersebut juga menjadi alarm keras bagi pengurus PGRI Bangkalan agar segera membuka laporan penggunaan dana secara terang-benderang sebelum kepercayaan anggota runtuh total.
Di tengah derasnya kritik, publik kini menunggu langkah konkret PGRI Bangkalan. Apakah akan melakukan evaluasi total dan membuka transparansi keuangan, atau justru terus memilih bungkam di tengah gelombang protes para guru yang semakin meluas.(Team/Red)
Editor : Redaksi