Pengakuan Mengejutkan! Guru SDN Kamoneng Akui Aliran Dana Rp20 Juta ke Oknum LSM Lewat Perantara

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Fakta baru kembali mencuat dalam polemik dugaan penyimpangan di SDN Kamoneng. Salah satu guru di sekolah tersebut akhirnya angkat bicara dan mengakui adanya pemberian uang sebesar Rp20 juta kepada oknum LSM yang berdomisili di wilayah Bangkalan.

Pengakuan ini sontak menambah panas situasi yang sebelumnya sudah menjadi sorotan publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana tersebut tidak diberikan secara langsung, melainkan melalui seorang perantara yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan pihak sekolah.

Baca juga: RESMI! PMII Bangkalan Dumas ke Kejaksaan, Kasus Dugaan Pungli PIP SDN Kamoneng Masuk Babak Hukum

Lebih lanjut, pengakuan itu juga disampaikan secara langsung saat yang bersangkutan dihubungi oleh salah satu media. Dalam percakapan tersebut, guru tersebut mengakui kesalahannya.

“Iya mas, saya salah. Emang betul saya ngasih uang ke oknum LSM,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa aliran dana tersebut benar-benar terjadi, bukan sekadar isu yang beredar di tengah masyarakat. Namun demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci terkait tujuan pemberian uang tersebut—apakah berkaitan dengan upaya “pengamanan” atau kepentingan lain yang masih belum terungkap.

Baca juga: SPPG Petemmon Kembali Berulah, Gelombang Keluhan Meluas ke Sejumlah Sekolah

Sejumlah pihak pun mulai mempertanyakan transparansi dan integritas pengelolaan di lingkungan sekolah. Nominal yang disebut tidak kecil dan melibatkan pihak eksternal dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.

Di sisi lain, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk memeriksa pihak internal sekolah, perantara, hingga oknum LSM yang disebut dalam pengakuan tersebut.

Baca juga: Bara Polemik PIP SDN Kamoneng Belum Padam, Aktivis Diseret Isu, Minta Tuduhan Dibuktikan

“Ini harus diusut tuntas, jangan sampai berhenti di tengah jalan,” ujar salah satu warga Bangkalan.

Kasus ini diprediksi masih akan terus berkembang, terlebih setelah adanya pengakuan langsung dari pihak internal. Publik kini menanti langkah tegas aparat agar persoalan ini dapat diungkap secara terang dan akuntabel.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru