Bangkalan, bnewsnasional.id – Keluhan warga terkait dampak operasional pabrik pengolahan beton di wilayah Kecamatan Labang kembali mencuat. Awak media melakukan koordinasi langsung dengan pihak manajemen di Desa Petapan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang kian meresah.29/04/26 sekiranya pukul 14.08 WIB kamis.
Salah satu poin utama dalam koordinasi tersebut adalah kondisi akses jalan desa yang mengalami kerusakan serius.
Baca juga: Libatkan 18 Desa, Arosbaya Dorong DTSEN dan Program Bangkalan Berse Onggu
Rembesan limbah cair beton dari truck diduga menjadi penyebab utama hancurnya lapisan aspal, menyisakan lubang-lubang besar yang membahayakan warga saat melintas dan beberapa sawah.
"Akses jalan sampai rusak seperti ini," ujar awak media saat menunjukkan kondisi di lapangan kepada staf pabrik. Kerusakan infrastruktur ini dinilai sangat menghambat mobilitas ekonomi warga Desa Petapan yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut.
Selain masalah jalan, warga juga mengeluhkan rembesan limbah cair yang masuk ke area persawahan. Akibatnya, lahan pertanian milik warga berinisial BI tidak lagi produktif karena air limbah mengendap dan merusak kualitas tanah.
"Bukan sawah saya saja tapi punya saudara dan warga yang lain juga yang terdampak, rumputnya juga dikasihkan hewan sapi saya tidak mau di makan,saya berharap kepada yang punya pabrik beton mengerti dan perhatian dengan warga yang terdampak,"Ujar perwakilan warga inisial BI
Baca juga: Gunting Pita SPPG Lajing 04, Arosbaya Perkuat Program Gizi
Warga merasa keberatan karena sawah mereka tidak bisa aktif lagi akibat pengaruh limbah yang merembes melalui celah pondasi pabrik.
Diduga pabrik tidak memiliki sistem drainase atau saluran pembuangan yang memadai, sehingga air langsung mengalir ke lahan warga saat hujan maupun saat operasional berlangsung.
Dalam koordinasi tersebut berinisial RI, yang merupakan staf bagian produksi pabrik beton tersebut, menerima masukan dari awak media. Ia menyatakan bahwa pihak perusahaan akan melakukan pengecekan kembali terhadap titik-titik kerusakan yang dilaporkan, baik pada tembok pondasi maupun kondisi jalan yang rusak.
Inisial RI juga menjelaskan bahwa perusahaan sebenarnya telah berupaya melibatkan warga lokal dalam operasionalnya, seperti tenaga keamanan dan sopir, sebagai bentuk kontribusi kepada lingkungan sekitar. Namun, terkait masalah teknis limbah dan jalan, ia berjanji akan melaporkannya kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.
Warga Desa Petapan berharap pemerintah daerah Kabupaten Bangkalan turun tangan untuk memediasi persoalan ini. Mereka mendesak agar perusahaan segera melakukan perbaikan jalan dan membangun sistem pengolahan limbah yang standar agar tidak lagi merugikan sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
"Kami hanya ingin ada keseimbangan. Perusahaan silakan berjalan, tapi hak warga atas jalan yang layak dan sawah yang produktif jangan dikorbankan," tegas awak media (Team/Red)
Editor : Redaksi