Detik-detik Api Mengamuk di Arosbaya: Tiner dalam Toko Material Diduga Jadi Pemicu, Galvalum dan Pipa Besi Terdampak

Reporter : Redaksi

Bangkalan,bnewsnasional.id – Kebakaran yang terjadi di Dusun Sekolahan, Desa Pandiyan, Kecamatan Arosbaya, Jumat pagi (17/4/2026), diduga kuat dipicu oleh tiner yang tersimpan di dalam toko material yang menjual galvalum (calfalum) dan pipa besi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.57 WIB itu berlangsung cepat. Api diduga berasal dari dalam toko, tepatnya dari area penyimpanan tiner yang merupakan bahan mudah terbakar. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan menyambar bagian bangunan serta material di sekitarnya.

Baca juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Kecamatan Arosbaya Kompak Gelar Simulasi Evakuasi

Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung berupaya melakukan pemadaman seadanya sebelum petugas datang. Dalam rekaman video, terlihat petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku menyemprotkan air untuk menjinakkan api.

“Dugaan awal dari tiner yang ada di dalam toko, apinya langsung besar dan sulit dikendalikan,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Api kemudian merambat ke bagian lain toko, termasuk area penyimpanan galvalum dan pipa besi. Meski material tersebut tidak mudah terbakar, panas tinggi membuat kondisi di sekitar lokasi semakin berbahaya dan mempercepat penyebaran api ke struktur bangunan.

Baca juga: Bupati Bangkalan Tinjau Pembangunan Drainase dan Saung Mangrove Arosbaya, PKDI Apresiasi Langkah Nyata Pemkab

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan penyemprotan intensif agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar permukiman warga.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materi diperkirakan cukup besar akibat rusaknya bangunan serta barang dagangan di dalam toko.

Baca juga: Diklatsar Perdana Banser Arosbaya Digelar, Pemkab Bangkalan Siap Gandeng untuk Program Sosial dan Lingkungan

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun dugaan sementara mengarah pada keberadaan dan penggunaan tiner di dalam toko yang tidak memenuhi standar keamanan.

Petugas mengimbau para pemilik usaha, khususnya yang menyimpan bahan kimia mudah terbakar, agar memperhatikan sistem penyimpanan dan keselamatan kerja guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru