Abutmen jembatan Oyo Tuwuna patah

Retak Abutmen" Jembatan Oyo Tuai sorotan Publik Ketua PPN-NB Wajib bangun kembali tidak bisa tambal sulap 

Reporter : YUNIANTO

Nias Barat,bnewsnasional.id- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Peduli Nias (DPC PPN) Kabupaten Nias Barat Agusrama Laia menyoroti tajam terkait kualitas konstruksi pembangunan jembatan sungai oyo di Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat yang dikerjakan oleh PT. Torang Multi Indo,sabtu 27/12/2025.

Hal ini ia ungkapkan setelah mendapati Video kiriman melalui pesan WhatsApp dari salah seorang warga nias barat yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca juga: Masyarakat Minta Pembangunan Jembatan Baru di Sungai Oyo Tuwuna Harap Diperbolehkan Lewat Roda 2

Dalam Video yang berdurasi kurang lebih 1 menit tersebut terlihat jelas keadaan salah satu abutment jembatan sungai oyo retak dari sisi atas hingga keposisi dasar fondasi.

"Hal ini jangan dibiarkan, Masyarakat Nias Barat rugi. Negara juga pasti rugi. Dipastikan umur jembatan ini tidak akan berumur panjang. Bongkar abutment yang retak dan bangun ulang demi kualitas dan kuantitas jembatan," tegasnya.

Baca juga: Menanggapi " tentang Retaknya Rumah Warga di Desa Tuwuna, Kontraktor Sepakat Untuk diperbaikin.

Ia berharap, supaya pihak terkait lebih memperketat pengawasan sehingga pengerjaan jembatan sungai oyo ini tidak hanya asal dikerjakan untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Namun, kepentingan umum dan masyarakat nias barat terabaikan.

Setelah mendengar informasi ini,awak media mencoba menghibungin salah satu Pengawai ASN PUPR Provinsi Murni panjahitan sebagai PPTK  di Gunungsitoli,perihal viralnya abutmen jembatan oyo di Desa Tuwuna.

Baca juga: Pulau Nias Sebelah Barat Indonesia Solusi 3T Pemekaran Provinsi Sumut Akademisi Hukum Perlu Konsolidasi

PPTK sampaikan melalui WhatApps Awak media, itu Oprit bukan Abutmen dan kami dari dinas PUPR  Provinsi dalam waktu dekat melihat dan kami tegaskan kepada kontraktor bahwa itu harus di bokar sebutnya dalam sms singkat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru