NIAS BARAT,bnewsnasional.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program nasional yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Namun, hingga hari ini, masih muncul keluhan masyarakat dari sejumlah wilayah pelosok Nias Barat yang disebut belum merasakan langsung manfaat program tersebut.
Di wilayah Ononamolo II, Tarahoso, Hilimbaruzo, dan Tarahan, masyarakat menyampaikan harapan agar pelaksanaan MBG dapat menjangkau anak-anak secara lebih merata, termasuk wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan akses transportasi.
Baca Juga: Ridwan Saleh Daeli Disorot, Konfirmasi Wartawan Soal KUA-PPAS Perubahan APBD 2026 Belum Dijawab
Sejak program MBG mulai berjalan hingga hari ini, anak-anak di wilayah tersebut disebut hanya kenyang dengan cerita dan aroma tentang MBG, tetapi belum tersentuh manfaat programnya secara langsung.
Keluhan ini bukan semata-mata persoalan makanan. Di baliknya terdapat harapan agar anak-anak di wilayah pelosok juga memperoleh perhatian dan kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat program nasional tersebut, sesuai ketentuan dan mekanisme pelaksanaannya.
Masyarakat juga berharap Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu dapat menunjukkan keberpihakan terhadap kebutuhan warga di wilayah pelosok dengan mendorong koordinasi bersama pihak-pihak terkait agar persoalan akses MBG di wilayah tersebut mendapat perhatian dan solusi.
Baca Juga: PPPK Nias Barat Ngutang di Warung, Hampir 10 Bulan Menunggu Kepastian Gaji
Tolong seberangi Sungai Oyo. Lihat langsung kondisi anak-anak di Ononamolo II, Tarahoso, Hilimbaruzo, dan Tarahan. Dengarkan harapan masyarakat yang selama ini menanti agar program MBG benar-benar hadir di tengah mereka.
Jangan sampai jarak, kondisi geografis, dan keterbatasan akses membuat sebagian anak hanya menjadi penonton dari program nasional yang manfaatnya mereka dengar, tetapi belum mereka rasakan.
Baca Juga: 9 Anggota DPRD Nias Barat Bungkam, Bamus Masih Tunggu Bupati soal Paripurna KUA-PPAS
Pemerataan layanan membutuhkan perhatian, koordinasi, serta solusi bersama antara pengelola MBG, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Nias Barat, dan pihak terkait lainnya.
Anak-anak di pelosok juga menunggu. Pemerataan jangan berhenti di pusat kota.
Editor : Redaksi