Bangkalan,bnewsnasional.id – Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Kecamatan Tragah meradang. Mereka mengutuk keras pemberitaan sepihak oleh salah satu media online yang menuduh adanya pungutan uang berkedok "kontribusi" bagi tenaga pendidik dan kependidikan berdasarkan golongan kepegawaian. Tudingan tersebut dipastikan sebagai berita bohong (hoax) dan fitnah tak berdasar.
Salah satu panitia Agustus Kecamatan Tragah yang meminta identitasnya dirahasiakan, langsung angkat bicara menanggapi isu miring yang menyudutkan pihak panitia tersebut. Dengan nada geram, ia mempertanyakan asal-usul data nominal yang disebarkan oleh media tersebut karena sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Baca Juga: Lawan Intimidasi, Bangkalan Bentuk Satgas Khusus Buru Ormas Terafiliasi Preman
"Kami heran, angka nominal yang mereka sebutkan itu didapat dari mana? Itu murni karangan dan fitnah! Dalam surat edaran proposal resmi yang kami sebar, sama sekali tidak ada dan tidak pernah tertera angka nominal seperti yang dituduhkan," tegasnya dengan nada tinggi.
Pihak panitia menyayangkan sikap media online tersebut yang dinilai tidak profesional, provokatif, dan terkesan sengaja menggiring opini negatif tanpa melakukan klarifikasi resmi (check and recheck) kepada panitia selaku penyelenggara.
Baca Juga: Sepulu Perkuat Cadangan Air, Empat Tandon Bantuan PHE WMO dan SKK Migas Disiapkan
"Tindakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik panitia dan mencederai semangat gotong-royong warga Tragah dalam menyambut perayaan hari kemerdekaan."Jelasnya.
Panitia menegaskan bahwa seluruh proses penggalangan dana yang dilakukan melalui proposal bersifat sukarela, transparan, dan tanpa paksaan, apalagi mengotak-ngotakkan berdasarkan golongan kepegawaian seperti yang diberitakan.
Baca Juga: Bangkalan Kebagian Amanah Besar, Semifinal PKDI Cup 2026 Digelar 11 September
"Pihak panitia meminta media yang bersangkutan untuk segera menarik berita tersebut dan melakukan permohonan maaf terbuka guna meluruskan informasi yang telah meresahkan masyarakat." Tutupnya.(HNF)
Editor : Redaksi