Janji Manis Transparansi SPJ PGRI Bangkalan Menguap, Aktivis: Media dan LSM Dibohongi

avatar Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Mosi tidak percaya dan sorotan tajam kembali menghantam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan. Komitmen keterbukaan anggaran yang sempat digembar-gemborkan oleh sang ketua, Abdul Munib, kini dinilai publik tak lebih dari sekadar bualan dan strategi defensif untuk meredam gelombang kritik.

Alih-alih membuktikan pengelolaan dana yang bersih, Abdul Munib yang sebelumnya menebar janji melalui perantaranya, Thomas AG, untuk membuka dan menunjukkan dokumen Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kepada publik, kini justru memilih bungkam. Janji yang dinanti-nanti oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan awak media tersebut hingga kini menguap tanpa realisasi yang jelas.

Baca Juga: Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar ke-434 R. Pratanu di Arosbaya Bangkalan

Sikap tertutup ini sontak memicu kekecewaan mendalam sekaligus kemarahan dari para aktivis dan jurnalis yang mengawal ketat kasus ini. Mereka menilai PGRI Bangkalan sengaja mengulur waktu dan tidak memiliki iktikad baik dalam menegakkan prinsip akuntabilitas organisasi.

"Kalau memang tidak ada yang ditutupi, kenapa SPJ yang dijanjikan sampai sekarang belum juga diperlihatkan? Kami hanya meminta transparansi agar polemik ini selesai dengan terang benderang," lugas salah satu aktivis dengan nada kecewa.

Skandal transparansi anggaran di tubuh organisasi yang menaungi ribuan guru ini sejatinya telah menjadi konsumsi publik dalam beberapa pekan terakhir. Desakan demi desakan terus mengalir, mempertanyakan ke mana dan untuk apa aliran dana iuran anggota selama ini digunakan. Publik menuntut laporan keuangan yang kasat mata, bukan sekadar klaim sepihak di atas kertas.

Baca Juga: Dies Natalis ke-18 FISIB UTM Berlangsung Khidmat, Jadi Momentum Syukur dan Refleksi Capaian Akademik

Ketidakpastian ini dinilai kian memperburuk citra PGRI Bangkalan. Para aktivis menegaskan bahwa tuntutan mereka murni demi menyelamatkan marwah organisasi profesi guru agar dikelola secara profesional dan bebas dari indikasi penyimpangan. Pengingkaran janji ini dinilai sebagai tamparan keras bagi dunia pendidikan setempat.

"Jangan sampai janji keterbukaan hanya menjadi pemanis untuk meredam kritik. Jika memang sudah berjanji melalui Thomas AG, maka janji itu harus ditepati. Kalau tidak, wajar apabila muncul anggapan bahwa LSM dan media telah dibohongi!" tegas aktivis tersebut dengan retorika menohok.

Baca Juga: Mahasiswa STAI Darul Hikmah Bangkalan Sukses Publikasikan 4 Artikel Ilmiah dalam 3 Bulan

Hingga berita ini diturunkan, Ketua PGRI Bangkalan, Abdul Munib, terkesan "sembunyi" dan belum memberikan klarifikasi resmi maupun kepastian tanggal pembukaan dokumen SPJ tersebut. Sikap defensif pengurus PGRI ini justru kian mempertebal kecurigaan publik: ada apa di balik tertutupnya SPJ PGRI Bangkalan?

(Team/Red)

Berita Terbaru

Pendidikan,

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Oleh: MTAB   Sumenep, bnewsnasional.id -OPINI, Gelar profesor biasanya identik dengan kecerdasan, kebijaksanaan, dan integritas. Profesor adalah puncak