Hentikan Penyebaran Hoaks

Hentikan Hoaks " Aksi Gerakan Ono Niha Bersatu Karena Martabat Dihina 

avatar YUNIANTO

Gunung sitoli, bnewsnasional.id -Massa Gerakan Masyarakat Ono Niha Bersatu mengecam keras pemberitaan beberapa media daring yang menyatakan bahwa aksi mereka terkait dengan peristiwa sebelumnya. Mereka menegaskan bahwa aksi dilakukan karena dugaan penghinaan Zulkiflin terhadap masyarakat Nias, sehingga peserta datang secara spontan karena merasa harkat dan martabat Ono Niha telah dihina.

Kurang lebih 700 orang dari berbagai wilayah di lima kabupaten/kota se-Kepulauan Nias menggelar aksi damai di Tugu Meriam dan Markas Polres Nias pada Rabu (28/01). Mereka menuntut Polres Nias menindaklanjuti dugaan penghinaan tersebut secara hukum. 

Baca Juga: Gerakan Masyarakat Ono Niha Bersatu Klarifikasi Aksi Massa, Fokus pada Dugaan Penghinaan

Tokoh masyarakat mengimbau agar tidak ada pihak yang memfitnah atau menyebarkan informasi salah. "Kita mohon agar tidak ada hoaks yang menyebar dan menghubungkan aksi ini dengan hal yang tidak relevan," ujar salah satu tokoh.

Massa juga meminta penyelesaian perkara mempertimbangkan hukum adat Nias dan menuntut Pemerintah Kota Gunungsitoli menjelaskan status Tugu Meriam. Aksi ini wujud pelaksanaan hak konstitusional warga negara.

Koordinator aksi tegaskan gerakan bertujuan memperkuat persatuan dan martabat masyarakat Nias. Peserta diimbau tetap menjaga ketertiban dan tidak terpancing provokasi.

Aksi ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai wilayah di Kepulauan Nias, menunjukkan persatuan masyarakat dalam merespons dugaan penghinaan.

Baca Juga: RIBUAN ONO NIHA BERSATU AKSI: TUNTUT HUKUM DAN STATUS TUGU MERIAM GUNUNGSITOLI

Massa menegaskan bahwa kehormatan kolektif masyarakat Nias merupakan aset budaya yang tidak boleh direndahkan atau dihina tanpa konsekuensi hukum yang sesuai.

Polres Nias telah menerima Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari koordinator aksi, sehingga aksi berlangsung damai dan tertib di bawah pengawasan kepolisian.

Pemerintah Kota Gunungsitoli diminta memberikan penjelasan resmi terkait status Tugu Meriam untuk mencegah klaim sepihak dan potensi gesekan sosial.

Baca Juga: "Jaga Ruang Digital, Ciptakan Media Sosial yang Sehat!"

Masyarakat Nias berharap agar Polres Nias dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius dan profesional.

Aksi ini juga menjadi momentum bagi masyarakat Nias untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap isu-isu yang mempengaruhi masyarakat.

Dengan demikian, kita harus terus berjuang dan berdoa agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan membawa keadilan bagi masyarakat Nias.

Berita Terbaru