Pemugaran Gowe Mado Zega

Dukung Pemugaran Gowe Mado Zega, Warga Hibahkan Lahan 840 Meter Persegi untuk Parkir dan Fasilitas Umum

Reporter : Redaksi

GUNUNGSITOLI, BnewsNasional.id — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pelestarian situs bersejarah kembali ditunjukkan masyarakat Mado Zega. Setelah pemugaran Tugu Marga Zega atau Gowe Mado Zega rampung 100 persen, warga kembali menghibahkan lahan seluas 840 meter persegi untuk mendukung pembangunan fasilitas parkir, MCK, dan taman di Dusun II, Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Senin (19/10/2026).

Hibah lahan tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pelestarian warisan leluhur sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke situs Gowe Mado Zega.

Pemugaran Gowe Mado Zega tidak terlepas dari dukungan swadaya masyarakat dan perkumpulan seluruh Mado Zega. Selain partisipasi masyarakat, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 juta dari APBD Tahun Anggaran 2025.

Saat ini, pekerjaan pemugaran tugu tersebut dilaporkan telah selesai dikerjakan dengan progres mencapai 100 persen.

Namun, seiring perkembangan pembangunan dan meningkatnya aktivitas kunjungan masyarakat, kebutuhan akan fasilitas pendukung semakin mendesak. Kondisi lahan yang terbatas menjadi salah satu alasan penting untuk menyediakan area parkir serta fasilitas umum lainnya.

Warga Hibahkan Lahan Tanpa Imbalan
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan situs bersejarah tersebut, Masilima Zega alias Ama Julvan dan Faoziduhu Zega alias Ama Menia secara sukarela menghibahkan sebidang tanah kepada Pemerintah Desa Tetehosi Afia.

Lahan dengan ukuran 42 x 20 meter atau seluas 840 meter persegi tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan kawasan Gowe Balugu Zega Ana'a dan Zega Helesoromi, termasuk fasilitas parkir, MCK, dan taman.

Penyerahan hibah dilaksanakan dalam pertemuan Panitia Pemugaran Gowe Balugu Zega Ana'a dan Zega Helesoromi yang dihadiri para penghibah serta masyarakat sekitar.

Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan dan pengukuran lahan yang berlokasi di depan Gereja BNKP Jemaat Orodua, Desa Tetehosi Afia, sebelum dilakukan penandatanganan surat hibah.

Langkah ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan situs agar lebih tertata, nyaman, dan mampu menampung pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Panitia Apresiasi Kepedulian Masyarakat
Ketua Panitia Tim Pemugaran Gowe Mado Zega, Aroziduhu Zega alias Ama Jaya, menyampaikan terima kasih kepada para penghibah yang telah memberikan tanah secara sukarela tanpa menuntut imbalan.

Menurutnya, hibah tersebut merupakan bentuk kesepahaman dan kepedulian bersama demi keberlanjutan pembangunan serta pelestarian warisan leluhur Mado Zega.

"Pemugaran Gowe Mado Zega ini sudah dimulai sejak bulan November 2022 yang lalu, dan pada tahun 2025 kita mendapatkan kucuran anggaran dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan telah selesai dikerjakan. Tetapi, lahan di Gowe Mado Zega semakin sempit, sementara kawasan ini semakin berkembang dan ramai dikunjungi," tutur Aroziduhu Zega dalam sambutannya.

Ia menambahkan, hibah lahan tersebut menjadi dorongan bagi panitia dan masyarakat untuk melanjutkan perjuangan pembangunan, khususnya penyediaan tempat parkir.

"Dengan adanya lahan yang dihibahkan secara sukarela dari saudara-saudara kami, maka perjuangan terus kita laksanakan, utamanya pembangunan parkir," tambahnya.

Aroziduhu berharap semangat gotong royong tersebut terus terpelihara sehingga pembangunan kawasan Gowe Mado Zega dapat berjalan secara berkesinambungan dengan dukungan masyarakat dan pemerintah.

Mado Zega Diharapkan Terus Bersatu
Senada dengan itu, Ketua Bidang Penggalangan Dana Tim Pemugaran Gowe Mado Zega Ana'a dan Zega Helesoromi, Agust Zega Amatia, turut menyampaikan apresiasi kepada para penghibah yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan situs leluhur.

Menurutnya, pemberian lahan tanpa imbalan merupakan bukti bahwa keberadaan Gowe Mado Zega menjadi tanggung jawab dan kebanggaan bersama seluruh keluarga besar Mado Zega.

"Mari bersama-sama mengambil bagian untuk meningkatkan pembangunan pemugaran Gowe Mado Zega kita ini. Di setiap daerah di seluruh Indonesia ada Mado Zega yang terus mendukung kita. Terima kasih atas lahan yang telah dihibahkan ini," ucap Agust Zega Amatia.

Ia berharap dukungan masyarakat Mado Zega yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dapat terus diperkuat, baik melalui sumbangan pemikiran, tenaga, maupun dukungan material untuk melanjutkan pembangunan kawasan tersebut.

Penghibah Tegaskan Tidak Menuntut Ganti Rugi
Sementara itu, Masilima Zega alias Ama Julvan, salah seorang penghibah lahan, menegaskan bahwa pemberian tanah tersebut merupakan bentuk dukungan tulus terhadap pembangunan fasilitas pendukung Gowe Mado Zega.

Ia menyampaikan bahwa hibah diberikan secara sukarela dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan tuntutan ganti rugi di kemudian hari.

"Hari ini dengan resmi kami menyerahkan sebidang lahan ini dengan sukarela untuk pembangunan Gowe Mado Zega, khususnya tempat parkir. Kebersamaan selama ini membuktikan bahwa Mado Zega terus berkembang dan bersatu," ungkap Masilima Zega.

Ia juga mengapresiasi selesainya pemugaran tugu yang menurutnya mencerminkan kekompakan masyarakat dalam menjaga dan membangun warisan leluhur.

"Seperti yang kita lihat, pemugaran Gowe Mado Zega telah selesai. Itu menunjukkan rasa kekompakan yang terus berkesinambungan," tambahnya.

Pelestarian Warisan Leluhur Membutuhkan Gotong Royong
Hibah lahan seluas 840 meter persegi tersebut menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan kawasan Gowe Mado Zega. Keberadaan area parkir, MCK, dan taman diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pengunjung.

Selain memperkuat pelestarian nilai sejarah dan budaya leluhur, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan situs yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.

Semangat yang ditunjukkan masyarakat juga sejalan dengan nilai gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, yakni bahwa kemajuan suatu kawasan tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan warga.

Ke depan, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Pemerintah Kota Gunungsitoli diharapkan terus terjalin agar pemugaran dan pengembangan Gowe Mado Zega dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Dengan semangat kebersamaan, hibah lahan ini bukan sekadar penyerahan sebidang tanah, melainkan wujud kepedulian terhadap warisan leluhur dan komitmen menjaga persatuan Mado Zega untuk masa depan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru