Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKNT UTM Luncurkan Booklet Edukasi Stunting untuk Warga Gili Timur

Reporter : Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meluncurkan booklet edukasi pencegahan stunting bagi masyarakat Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (13/10/2026).

Program pengabdian masyarakat tersebut menyasar warga Dusun Sumber, khususnya para bidan, kader kesehatan, serta ibu-ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui edukasi yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Peringati Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan, Kapus Tongguh Wina Afiantiningtiyas Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayan

Booklet yang dirancang mahasiswa KKNT UTM itu memuat sejumlah materi penting, mulai dari pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, pola asuh anak, pentingnya pemberian ASI eksklusif, hingga langkah-langkah deteksi dini risiko stunting.

Kehadiran booklet ini diharapkan menjadi media edukasi yang praktis bagi masyarakat sekaligus membantu para kader kesehatan dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan stunting kepada keluarga di lingkungan masing-masing.

Koordinator Desa (Kordes) KKNT UTM, Saiful Bachry, menyampaikan bahwa peluncuran booklet tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat memahami upaya pencegahan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.

Baca juga: PROGRES PEMBANGUNAN KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH DESA TENGKET CAPAI 32 PERSEN

“Melalui booklet edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Kami ingin informasi yang disampaikan tidak berhenti saat kegiatan berlangsung, tetapi juga bisa dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” demikian penyampaian yang dapat digunakan untuk mewakili pesan Kordes Saiful Bachry.

Saiful Bachry juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, bidan, kader kesehatan, dan masyarakat agar pesan pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis serta berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya. Pencegahannya memerlukan perhatian sejak masa kehamilan, pemenuhan kebutuhan gizi, pola pengasuhan yang baik, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Baca juga: Napak Tilas Sejarah Bangkalan, Bupati Ziarah ke Makam Leluhur di Arosbaya

Melalui program ini, mahasiswa KKNT UTM berupaya mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat Desa Gili Timur. Booklet tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan sederhana yang membantu warga mengenali langkah-langkah pencegahan stunting dan memahami pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan warga.

Dengan adanya edukasi yang mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama dan harus dimulai sejak dini.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru