Aktivis Pemuda Desak Perhatian Serius Pemerintah untuk Segera Memperbaiki Jalan Provinsi Penghubung Gunungsitoli

Reporter : Redaksi

GUNUNGSITOLI,bnewsnasional.id – Akses jalan utama yang menghubungkan pusat Kota Gunungsitoli menuju kawasan Miga kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ruas jalan provinsi yang menjadi jalur vital penghubung antara Kota Gunungsitoli menuju Lolowua, Nias Barat, Kabupaten Nias, dan Nias Selatan ini dipenuhi lubang besar yang mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Melihat kondisi yang kian memburuk, Avril Laoli, seorang aktivis harian pemuda Kota Gunungsitoli yang tinggal di sekitar KM 5 Miga Gunungsitoli, mengambil inisiatif melakukan tindakan preventif mandiri. Demi mencegah terjadinya kecelakaan, ia mengecat pinggiran lubang di aspal dengan tulisan peringatan "HATI-HATI..!!!" serta menimbunnya dengan kerikil dan pasir secara swadaya.
SOROTAN PERHATIAN PEMERINTAH:
Kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kepulauan Nias ini menuntut perhatian serius dan tindakan cepat dari Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (PUPR). Sebagai jalur logistik dan transportasi utama yang memayungi konektivitas satu kota dan tiga kabupaten, pembiaran terhadap kerusakan ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas ekonomi warga, tetapi juga secara nyata bertaruh dengan nyawa masyarakat. Pemerintah diharapkan tidak menutup mata dan segera turun ke lapangan sebelum jatuh korban jiwa akibat kelalaian infrastruktur publik.

Baca juga: Hak Rakyat Di Rampok LPG 3 KG Untuk Rakyat Miskin Langka di Gunungsitoli  MIKOZ Kemana Kuota Subsidi Mengalir ?

Kerusakan ini sudah memicu kerugian materiil bagi masyarakat. Baru-baru ini, sebuah sepeda motor yang melintasi lubang tersebut dilaporkan mengalami patah kerangka parah di bagian persambungan antara mesin dan sasis. Beruntung, insiden tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.
"Saya memperhatikan objek aspalnya benar miris, sudah cukup lama rusak dan lubangnya terus bertambah besar. Setiap pengendara roda dua dan roda empat yang melintas sangat khawatir akan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penimbunan pasir, kerikil, dan pengecatan tanda peringatan yang saya lakukan ini murni tindakan darurat sementara sebelum pemerintah bertindak," ujar Avril Laoli kepada awak media.
Avril menegaskan bahwa status jalan yang merupakan jalan provinsi Sumut khusus daerah Kepulauan Nias ini membutuhkan penanganan permanen yang cepat dan tepat.
"Saya mengajak kita semua sebagai pemerhati untuk bekerja sama mendesak keseriusan dan perhatian pemerintah pusat maupun provinsi agar sesegera mungkin melakukan perbaikan. Ini adalah urat nadi yang melintasi empat wilayah kabupaten/kota. Sembari menunggu respons pemerintah, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar tetap ekstra waspada saat melintas demi keselamatan bersama sampai di tujuan," tutupnya.
 

Baca juga: Aroma Sedap RS Bethesda: Pekarangan Warga Diduga Dikuasai, Karyawan Sebut RSU Bethesda Tak Punya Direktur

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru