Bangkalan,bnewsnasional.id — Dunia jurnalistik kembali diingatkan untuk tidak kehilangan arah. Jurnalis Liputan Hukum Indonesia (LHI), Agus Bangkalan, menyerukan kepada seluruh insan pers agar tetap memegang teguh etika, profesionalitas, dan kehormatan profesi dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurut Agus, wartawan bukan sekadar orang yang membawa identitas media atau kartu pers. Profesi jurnalistik memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi secara benar sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Ia menilai perilaku segelintir oknum yang diduga memanfaatkan profesi wartawan untuk meminta uang, mengemis, terlebih melakukan tekanan maupun ancaman, berpotensi mencoreng nama baik seluruh insan pers.
“Teman-teman sesama jurnalis itu sebenarnya satu keluarga besar. Kalau ada satu orang melakukan kesalahan, dampaknya bisa mengenai semuanya,” ujar Agus.
Karena itu, Agus mengajak wartawan untuk tidak menjadikan profesi sebagai alat mencari keuntungan dengan cara yang bertentangan dengan hukum maupun kode etik jurnalistik.
“Jangan mengemis, jangan mengancam. Jangan merasa karena kita wartawan lalu bisa seenaknya meminta sesuatu kepada orang lain. Belum tentu kita lebih baik dari mereka,” tegasnya.
Baca juga: Buron Sejak September 2024, DPO Narkoba M.S Masih Bebas Berkeliaran di Sampang
Agus juga mengingatkan para jurnalis agar memahami batas antara menjalankan fungsi kontrol sosial dengan melakukan tekanan terhadap narasumber atau pihak yang sedang diberitakan.
Menurutnya, kritik dan pemberitaan merupakan bagian dari fungsi pers. Namun, fungsi tersebut harus dijalankan berdasarkan fakta, kepentingan publik, serta prinsip jurnalistik yang bertanggung jawab.
Lebih jauh, ia mengingatkan wartawan yang telah berkeluarga agar berhati-hati terhadap sumber penghasilan yang diperoleh melalui profesinya.
Baca juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
“Bagi yang sudah berkeluarga, jangan sampai membawa pulang uang yang sumbernya tidak baik. Rezeki yang barokah itu datang dari kerja yang benar dan halal,” ungkapnya.
Agus berharap pesan tersebut menjadi bahan introspeksi bersama. Ia menegaskan bahwa menjaga martabat pers bukan hanya tanggung jawab organisasi atau pimpinan media, tetapi menjadi kewajiban setiap individu yang mengaku sebagai jurnalis.
“Kalau kita ingin dihormati masyarakat, maka kita juga harus menghormati profesi kita sendiri,” pungkasnya.(Team/Red)
Editor : Redaksi