Ratusan Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG, APK: Jangan Sampai Anak-Anak Jadi Korban

Reporter : Hanif

Sidoarjo,bnewsnasional.id — Dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, usai menyantap makanan dalam program *Makan Bergizi Gratis (MBG)* pada Selasa (1/9/2026), menuai sorotan tajam dari *Aliansi Pejuang Keadilan (APK)*.

Sekitar *300 santri* dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan dan harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya Sidoarjo.

Baca juga: Kuasa Hukum H. Utomo Minta Tunjukkan B.A Penyitaan Mesin, Penyidik Polresta Pati Tidak bersedia

Aktivis Aliansi Pejuang Keadilan (APK) *Hs Toretto** menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, insiden ini harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap pelaksanaan MBG, terutama menyangkut *keamanan pangan, kualitas makanan, serta pengawasan dapur penyedia*.

"*Jangan sampai anak-anak menjadi korban. Program MBG harus benar-benar memberikan makanan yang bergizi dan aman, bukan justru menimbulkan risiko bagi penerima manfaat,”* tegas Hs Toretto.

Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah tidak menganggap kejadian tersebut sebagai persoalan biasa. Menurutnya, setiap laporan dugaan keracunan yang melibatkan penerima manfaat MBG harus ditangani secara transparan dan menyeluruh.

APK juga meminta dilakukan *audit terhadap dapur pelaksana MBG*, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan makanan, kebersihan dapur, hingga mekanisme pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan.

Baca juga: Dua Kali Tak Hadiri Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Bayi RD Pertanyakan Sikap RS Muhammadiyah Lamongan

“Kalau ada kelemahan dalam sistem, harus segera diperbaiki. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada sekadar mengejar target distribusi program,” ujarnya.

Hs Toretto menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan program yang menggunakan anggaran negara tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

*“Negara harus hadir untuk melindungi anak-anak. Jangan sampai program yang tujuannya meningkatkan gizi justru membuat mereka harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,”* tandasnya.

Baca juga: Diduga Biarkan Penjualan Miras, Kasatpol PP Yani Setyawan Dinilai Layak Dicopot dan Dipidanakan

Hingga berita ini diterbitkan, *penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi* oleh tim kesehatan dan pihak berwenang. Karena itu, dugaan keracunan maupun sumber penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Bagi APK, hasil investigasi nantinya harus disampaikan secara terbuka kepada publik agar masyarakat mengetahui *apa yang sebenarnya terjadi dan langkah apa yang akan dilakukan pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.*(HNF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru