PEMKAB BANGKALAN PERKUAT VALIDITAS DATA SOSIAL EKONOMI LEWAT PELATIHAN DTSEN DI SEPULU

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus berkomitmen meningkatkan kualitas basis data sosial ekonomi masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui agenda Sosialisasi dan Pelatihan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Non Desil yang dilaksanakan di Kecamatan Sepulu, Kamis (9/7).

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismed. Turut hadir pula tim teknis dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, RS Syamrabu, Camat Sepulu Hosun, kepala desa dari 15 desa se-Kecamatan Sepulu, serta para operator SIKS-NG yang memegang peran penting dalam pemutakhiran data di lapangan.

Baca juga: Diduga Gelapkan Dana PIP 2022 – 2026, Ketua Yayasan SMP Ujung Baru Menunggu Panggilan Kejaksaan Negeri Bangkalan

Dalam arahannya, Sekda Bangkalan Ismed menyampaikan bahwa validitas data merupakan kunci utama kesuksesan program jaminan pemerintah. Ia meminta seluruh operator memahami mekanisme pemutakhiran secara mendalam agar hasil akhir pendataan benar-benar akurat dan akuntabel.

"Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, kami berharap seluruh operator memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pemutakhiran data sehingga proses pendataan berjalan lebih efektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang valid menjadi dasar utama dalam penyaluran berbagai program pemerintah," terang Ismed.

Baca juga: Polres Bangkalan Dalami Dua Laporan Terkait Kades Pesanggrahan, Inspektorat Soroti Kelengkapan Dokumen

Senada dengan hal tersebut, Camat Sepulu Hosun memberikan instruksi tegas kepada para operator SIKS-NG untuk menjaga profesionalitas dan ketelitian kerja. Menurutnya, kualitas data yang diinput akan berdampak langsung pada hak-hak sosial yang diterima oleh masyarakat.

"Saya berharap teman-teman operator SIKS-NG benar-benar profesional dalam mengemban tugas terkait pendataan warga. Ketelitian dan keakuratan data sangat menentukan pemenuhan hak-hak masyarakat terhadap berbagai layanan dan jaminan sosial," ujar Hosun.

Baca juga: Aplikasi SIKS-NG Error, Input Data Sosial di Arosbaya Mandek di Bawah 1 Persen!

Melalui sinergi kuat antara Pemkab, pemerintah desa, dan operator SIKS-NG ini, diharapkan pemutakhiran DTSEN menghasilkan basis data yang mutakhir. Data yang bersih dan akurat ini nantinya akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan publik serta menyalurkan bantuan sosial agar tepat sasaran.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru