Bangkalan,bnewsnasional.id – Langkah Ketua PGRI Bangkalan yang berjanji akan membuka Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serapan anggaran hasil iuran guru menuai sorotan tajam. Janji manis ini dinilai sebagai ujian berat bagi integritas organisasi yang menaungi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, di mana publik menuntut pembuktian nyata, bukan sekadar retorika di depan media.
Aktivis Pendidikan Bangkalan, Faisol Mahardika, secara blak-blakan mendesak PGRI Bangkalan untuk segera merealisasikan janji tersebut tanpa taktik mengulur waktu. Ia menegaskan bahwa dana yang dikelola adalah murni hasil keringat para guru, sehingga sangat memalukan jika organisasi terkesan berbelit-belit dalam urusan transparansi.
"Harapan saya jangan berbelit-belit. Toh anggaran itu hasil iuran. Sebagai lembaga yang katanya menjaga integritas, sangat lumrah jika melakukan transparansi. Apalagi ini organisasi guru, sudah selayaknya menjadi percontohan, bukan malah menyembunyikan data," tegas Faisol dengan nada menyindir.
Baca juga: Diduga Lalai hingga Bayi Luka Berat, Bidan di Burneh Bangkalan Resmi Dilaporkan ke Dinkes
Sorotan Tajam ke Mantan Dewan Pendidikan Ketegangan semakin memuncak karena janji komitmen PGRI tersebut kabarnya disaksikan langsung oleh Thomas AG, mantan anggota Dewan Pendidikan Bangkalan. Keterlibatan figur mantan dewan pendidikan ini justru memicu skeptisisme baru di kalangan pengamat. Kehadiran saksi dinilai tidak akan berarti apa-apa jika pada akhirnya laporan keuangan tetap tersimpan rapat di laci organisasi.
Kritik publik menilai Dewan Pendidikan, baik yang aktif maupun mantan anggotanya, seharusnya menjadi garda terdepan yang mendobrak kebiasaan buruk birokrasi, bukan sekadar menjadi penonton atau stempel pembenaran atas janji-janji manis PGRI yang belum terbukti.
Baca juga: Dinilai Sudutkan Media dan LSM, Ketua LSM Khabertana Minta Ketua PGRI Bangkalan Jaga Penyampaian
Masyarakat dan para guru kini menunggu keberanian Ketua PGRI Bangkalan. Apakah institusi ini mampu membuktikan integritasnya secara instan, atau justru komitmen yang disaksikan mantan Dewan Pendidikan tersebut hanya akan berakhir sebagai sandiwara penenang isu belaka. Jika SPJ tersebut tidak dibuka dalam waktu dekat, reputasi PGRI Bangkalan dipertaruhkan sebagai lembaga yang gagal menjadi teladan moral.(Team/Red)
Editor : Redaksi