Tantang Ketua PGRI Bangkalan Buka-bukaan, Aktivis Laporkan Oknum LSM dan Wartawan, Jangan Cuma Cari Alibi

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Gelombang desakan publik menghantam Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan, Abdul Munib. Aktivis Pendidikan Bangkalan, Faisol Mahardika, menantang keras Abdul Munib untuk segera melaporkan oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dituding sebagai "penyakit" guru dan kepala sekolah ke aparat penegak hukum.

Faisol menegaskan, jika Ketua PGRI Bangkalan tidak berani mengambil langkah hukum, maka video klarifikasi yang beredar luas di masyarakat patut diduga hanya sekadar alibi murahan. Upaya tersebut dinilai hanya trik taktis untuk meredam kemarahan insan pers dan LSM yang telanjur tersinggung.

Baca juga: Idul Adha 1447 H: Pimpinan dan Redaksi bnewsnasional.id Ajak Petik Hikmah Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

“Jika tidak ingin melaporkan, minimal sampaikan secara terbuka kepada publik siapa oknum yang dimaksud. Barang siapa yang menyampaikan, maka dia yang harus membuktikan!” cetus Faisol Mahardika dengan nada tegas.

Baca juga: Ditantang Aktivis Pendidikan, Ketua PGRI Bangkalan Diminta Laporkan Oknum LSM dan Wartawan Penyakit

Lebih lanjut, Faisol juga mempertanyakan kapabilitas dan kedudukan Abdul Munib sebagai pucuk pimpinan PGRI Kabupaten Bangkalan. Ia menilai, sikap bungkam dan mendiamkan masalah ini sama saja dengan membiarkan ekosistem pendidikan di Bangkalan dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Ketua PGRI Kabupaten Bangkalan terkesan membiarkan penyakit tumbuh subur. Sudah tahu ada penyakit yang menghantui guru dan kepala sekolah, tapi tidak ada upaya nyata untuk menyelesaikan penyakit ini,”Jelasnya

Baca juga: Wabup Bangkalan Semprot PGRI: “Kalau Tidak Transparan, Jangan Bayar Iuran!”

Kini, bola panas berada di tangan PGRI Bangkalan. Publik menunggu keberanian Abdul Munib untuk mengungkap identitas oknum tersebut secara terang-benderang ke jalur hukum, atau membiarkan institusi pendidikan terus terjebak dalam asumsi liar yang merugikan semua pihak.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru