Beras Bantuan Pangan Di Bangkalan Diduga Berjamur Dan Mirip Pakan Ternak, Bulog Madura Langsung

Reporter : Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id — Program bantuan pangan nasional yang sejatinya menjadi penyelamat isi perut rakyat miskin berubah menjadi dugaan penghinaan massal. Warga Desa Sabiyan, Kecamatan Bangkalan, mendadak geger setelah mendapati beras bantuan yang mereka terima dalam kondisi hancur, menggumpal, berubah warna kusam, dan diduga kuat telah berjamur. 

Ironisnya, komoditas yang lebih mirip pakan ternak ketimbang pangan manusia ini diduga tetap diloloskan dan didistribusikan tanpa pengawasan ketat oleh pihak penyelenggara. Warga menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan diduga menjadi bukti lemahnya pengawasan dalam proses penyimpanan dan distribusi bantuan pangan kepada rakyat kecil.

Baca juga: Pemkab Luncurkan Program Pinjaman UMKM Bunga 0 Persen, Pelaku Usaha Sambut Antusias

“Kalau kondisinya seperti ini, bagaimana mungkin masih dibagikan ke warga? Ini bantuan untuk dimakan, bukan barang rusak yang dibuang ke masyarakat,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Keluhan warga semakin meluas setelah video dan foto kondisi beras bantuan tersebut viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, netizen mendesak pihak terkait untuk segera mengevaluasi stok dan kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Bulog Cabang Madura, Ahmad Rofi’i, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan setelah video tersebut ramai diperbincangkan. 

Baca juga: Iuran PGRI Bangkalan Naik, Dugaan Pengelolaan Tak Transparan Kian Disorot

“Tadi kita kroscek di bawah dan sudah ketemu perangkat desa juga. Sebenarnya perangkat desa juga tidak tahu kok bisa muncul video itu. Cuma kita sudah tekankan kalau ada beras basah atau kemasan rusak karena pendistribusian atau saat penyaluran berlangsung bisa segera menghubungi Bulog atau tim yang di bawah jadi langsung kita ganti. Nah tadi sudah kita ganti langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Ahmad Rofi'i juga menjelaskan bahwa pengiriman beras bantuan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak 11 Mei 2026. Oleh karena itu, pihaknya belum mengetahui pasti apakah kerusakan terjadi saat proses pengiriman atau ketika menunggu jadwal penyaluran di desa.

Baca juga: Distribusi MBG Molor, Siswa SDN Pejagan 5 Kecewa Karena Makanan Datang Setelah Jam Pulang

“Pengiriman beras sudah tanggal 11 Mei, jadi kita tidak mengetahui basahnya pas diantar atau pas saat menunggu salur. Jadi kita tetap saling koordinasi dengan desa melalui tim kita di bawah,” tambah Kepala Bulog Cabang Madura.

Meski pihak Bulog telah melakukan penggantian, masyarakat tetap mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap gudang penyimpanan, kualitas stok beras, hingga jalur distribusi bantuan pangan. Warga khawatir bantuan dengan kondisi serupa juga diterima oleh masyarakat di wilayah lain namun mereka tidak berani menyampaikan keluhan.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru