Bangkalan,bnewsnasional.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah distribusi dari SPPG Kemayoran diduga mengalami keterlambatan parah di SDN Pejagan 5. Akibatnya, puluhan siswa yang seharusnya menerima makanan bergizi justru pulang lebih dulu tanpa menikmati program tersebut.
Sesuai jadwal, paket MBG dijadwalkan tiba sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Namun hingga menjelang jam pulang sekolah, makanan tak kunjung datang. Kondisi itu membuat pihak sekolah kebingungan karena siswa kelas pagi sudah mulai dijemput orang tua.
Baca juga: Pemkab Luncurkan Program Pinjaman UMKM Bunga 0 Persen, Pelaku Usaha Sambut Antusias
“Sudah ditunggu sejak pagi, tapi sampai sekitar pukul 10.30 belum ada kiriman. Anak-anak akhirnya dipulangkan karena kegiatan belajar selesai,” ujar salah satu tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Ironisnya, kendaraan distribusi baru tiba sekitar pukul 12.05 WIB. Saat makanan datang, sebagian besar siswa sudah berada di rumah sehingga pembagian MBG tidak berjalan maksimal.
Sejumlah wali murid mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka menilai keterlambatan itu menunjukkan lemahnya koordinasi distribusi program yang seharusnya menyasar kebutuhan dasar siswa sekolah.
Baca juga: Iuran PGRI Bangkalan Naik, Dugaan Pengelolaan Tak Transparan Kian Disorot
“Kalau datangnya setelah anak pulang, tentu programnya jadi tidak efektif. Anak-anak sudah makan di rumah masing-masing,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapan dan manajemen distribusi MBG oleh pihak penyelenggara. Program yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi siswa dinilai akan sulit berjalan optimal jika persoalan keterlambatan terus berulang.
Baca juga: Bupati Bangkalan Hadiri Pembukaan MUBES XI IKSASS di Ponpes Salafiyah Sa’idiyah Arosbaya
Para wali murid berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendistribusian agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lain. Mereka meminta pihak terkait lebih disiplin dalam memastikan makanan tiba sesuai jadwal sehingga manfaat program benar-benar dirasakan siswa.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG Kemayoran terkait penyebab keterlambatan distribusi MBG tersebut.(Team/Red)
Editor : Redaksi