Libatkan 18 Desa, Arosbaya Dorong DTSEN dan Program Bangkalan Berse Onggu

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Pemerintah Kecamatan Arosbaya menggelar kegiatan Komunikasi Sosial Kemasyarakatan yang berfokus pada bidang lingkungan hidup, Kota Layak Anak (KLA), serta Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dari 18 desa se-Kecamatan Arosbaya. Kehadiran para operator ini menjadi bagian penting dalam penguatan validitas data sosial di tingkat desa.

Baca juga: Gunting Pita SPPG Lajing 04, Arosbaya Perkuat Program Gizi

Camat Arosbaya, Dedeng Suprapto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran operator desa dalam memastikan keakuratan data. Menurutnya, data yang valid menjadi kunci utama dalam menentukan kebijakan pemerintah, khususnya terkait bantuan sosial.

“Peran operator SIKS-NG sangat vital. Data yang disajikan harus benar-benar sesuai kondisi di lapangan, sehingga program pemerintah bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tegas Dedeng.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat harus terus diperkuat, termasuk dalam mendukung program lingkungan hidup dan Kota Layak Anak.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kasi Kesra) Kecamatan Arosbaya, Musta’in, menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Bangkalan Berse Onggu yang menitikberatkan pada kebersihan lingkungan.

Baca juga: Gelar Halal Bihalal, KWI Bentuk Masing-masing DPC di Jawa Timur 

“Dalam rangka mendukung program Bangkalan Berse Onggu, kami menekankan peran serta masyarakat untuk memelihara lingkungan hidup. Intinya adalah menjaga kebersihan bersama,” ujarnya.

Musta’in juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan di titik-titik strategis, khususnya akses menuju kawasan ziarah.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan, terutama untuk memelihara kebersihan di jalan menuju makam Rato Ebuh dan Makam Agung. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga kenyamanan bagi para peziarah,” tambahnya.

Baca juga: Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Kecamatan Arosbaya Kompak Gelar Simulasi Evakuasi

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi antara pemerintah dan peserta guna menyerap aspirasi serta kendala di lapangan, khususnya terkait pendataan sosial dan upaya mewujudkan lingkungan yang layak bagi anak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 29 April 2026 ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Arosbaya.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru