Halal Bihalal di Bangkalan Jadi Ajang Silaturahmi Sekaligus Panggung Budaya

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id — Halal bihalal yang digelar di Gedung Manunggal Kodim 0829 Bangkalan, Sabtu (4/4/2026), berlangsung meriah dan tak sekadar menjadi ajang temu kangen pasca-Lebaran. Kegiatan ini justru berkembang menjadi ruang ekspresi budaya lokal yang menarik perhatian masyarakat luas.

Momentum kebersamaan tersebut ditandai dengan pembukaan lomba uji tembak batu akik, fosil, hingga benda bertuah oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Kehadiran lomba unik ini langsung menyedot antusiasme peserta dari berbagai daerah.

Baca juga: Ulat Di Omprong MBG Tragah: Program Bergizi Tercoreng, SOP Diduga Diabaikan

Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa halal bihalal tidak boleh hanya berhenti pada seremoni seremonial. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus mampu menjadi ruang penguatan identitas daerah sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi.

“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ada nilai budaya yang kita angkat, ada warisan lokal yang kita perkenalkan kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Sorotan utama acara memang tertuju pada lomba uji tembak yang dinilai tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sarana edukasi. Masyarakat diajak mengenal lebih jauh nilai historis, estetika, hingga kepercayaan yang melekat pada batu akik dan benda-benda koleksi lainnya.

Baca juga: Kejari Bangkalan Jangan Bungkam! Kasus Dana Desa Saplasah Harus Diusut, Bukan Digantung!

Di sisi lain, keterlibatan Kodim 0829 Bangkalan memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat dalam mendukung kegiatan masyarakat yang bernilai positif. Kehadiran TNI juga memberi kesan tertib dan aman sepanjang acara berlangsung.

Menariknya, kegiatan ini juga mendapat respons dari warga. Salah satunya disampaikan oleh Ahmada Afandi, yang dikenal sebagai bagian dari komunitas Kampung Batu Pirus Arosbaya Aer Mata Buduran. Ia menilai acara tersebut bukan hanya hiburan, tetapi juga membuka ruang pengakuan terhadap potensi lokal yang selama ini berkembang di masyarakat.

“Acara seperti ini sangat bagus. Selain mempererat silaturahmi, juga memberi ruang bagi kami yang bergerak di bidang batu akik dan benda koleksi untuk lebih dikenal. Harapannya, ke depan bisa lebih diperhatikan dan dikembangkan sebagai potensi wisata budaya,” ujarnya.

Baca juga: Halal Bihalal Lintas Sektor Arosbaya, Momentum Perkuat Sinergi dan Pelepasan Purna Tugas

Ia juga menambahkan bahwa kawasan Buduran, khususnya Kampung Batu Pirus, memiliki kekayaan batu khas yang mulai diminati kolektor. Menurutnya, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar potensi tersebut tidak hanya berkembang secara komunitas, tetapi juga menjadi ikon daerah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, memperkuat hubungan emosional antara masyarakat dan pemerintah daerah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong Bangkalan sebagai daerah yang aktif merawat budaya sekaligus membangun kebersamaan.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru