Warga Sidodadi Surabaya Resah, Berulang Kali Pelaku Curanmor Terekam CCTV Sulit Terungkap 

Reporter : Junaidi

Surabaya, BnewsNasional.id - Diduga Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor R2) kembali obok-obok di Kampung Sidodadi IX, Kecamatan Simokerto, Surabaya. Kali ini aksinya terekam Closed Circuit Television (CCTV).

Meski jarak antara Kantor Kepolisian Sektor Simokerto Polrestabes Surabaya dengan lokasi kejadian Curanmor hanya kurang lebih 100 meter, tidak membuat ciut nyali para pelaku untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Aksi Curanmor Meresahkan Warga Sidodadi, ini Tanggapan Polsek Simokerto

Dikatakannya warga sekitar lokasi terjadinya Curanmor, kejadian diketahui pada Sabtu (21/03/2026), habis sholat id sekira pukul 09.00 Wib.

Dimana sepeda motor yang dicuri merupakan milik luar warga Sidodadi yang hendak berkunjung karena silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kejadian Curanmor di Sidodadi sudah berulangkali terjadi. Namun, para pelakunya tidak pernah atau sulit terungkap oleh Polisi meskipun wajah pelaku terekam CCTV," ucap warga Sidodadi X, kepada wartawan.

Baca juga: Cegah Curanmor dari Hulu, Polrestabes Surabaya Bagikan Alarm Motor Gratis

"Kalau tidak salah kehilangan sepeda motor disini (Sidodadi IX) sudah 4 kali terjadi dan lokasinya berbeda-beda. Jujur kami sebagai warga sangat resah," sambungnya.

Ia menambahkan, dugaan pelaku Curanmor ada dua orang menggunakan sarana sepeda motor Trail. Dan pelakunya terbilang sangat profesional hanya dengan dengan 3 detik untuk mencuri sepeda motor saat terekam CCTV.

Baca juga: Komitmen Berantas Kejahatan, Satreskrim Polrestabes Surabaya Amankan Puluhan Pelaku Curanmor

"Semoga para pelaku Curanmor yang wajahnya terekam CCTV ini, bisa tertangkap secepatnya oleh Polisi agar di Kampung Sidodadi bisa benar-benar kondusif dari kejahatan Curanmor," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Simokerto Kompol Zainul Rofik belum dihubungi oleh wartawan ini, guna dimintai tanggapannya terkait Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) kewilayahan tidak kondusif.(JNI)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru