Bupati Nias Barat Tinjau Pembangunan SPAM dan Pertanian di Kecamatan Lahomi: 'Perencanaan Harus Matang.
Nias Barat Indonesia ,bnewsNasional.id Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu menyusuri beberapa titik di Kecamatan Lahomi untuk memastikan agar setiap rencana benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat,Di Desa Onolimbu, Selasa 03-03-2026.
Baca juga: PJ Kades Lahagu Bungkam Soal Dana Desa, AJH Itu Pembangkangan Hukum
Peninjauan dimulai dari SPAM Tahap I Tahun 2024. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Sungai Lahomi, Desa Sitolubanua, lokasi rencana pembangunan SPAM Tahun 2026.
Kami menekankan satu hal mendasar bahwa perencanaan harus matang sebelum pembangunan dijalankan. Jumlah rumah harus didata, kebutuhan air harus dihitung secara akurat, sumber pembiayaan harus jelas, dan pengelolaan harus dipastikan sejak awal lanjut Bupati"
"Langkah berikutnya membawa rombongan ke hamparan sawah Lahere. Di tengah tanah yang menjadi tumpuan hidup banyak keluarga, dialog berlangsung tanpa jarak. Ira talifusoda sohalowo ba laza menyampaikan keluhan tentang pupuk, benih unggul, obat-obatan pertanian, hingga irigasi yang perlu diperbaiki. Kami catat satu per satu.
Baca juga: Kasus Intimidasi Wartawan Oleh Pj Kades Lahagu, Publik Desak Minta Tindakan Tegas Bupati Nias Barat.
Data menunjukkan hamparan 42,7 hektar itu masih menghasilkan 1,5 hingga 2,2 ton per hektar. Sebuah angka yang bisa ditingkatkan. Penggunaan benih turunan berulang, pengolahan tanah yang belum optimal, serta serangan hama menjadi tantangan nyata.
Kami mendukung penuh petani kita. Namun dukungan itu harus berjalan seiring dengan disiplin mengikuti arahan teknis dari Dinas DKPP. Mulai dari penggunaan benih unggul, pemanfaatan pupuk yang tepat, hingga pendampingan rutin oleh penyuluh pertanian.
Perbaikan akses jalan menuju persawahan akan segera ditindaklanjuti agar distribusi hasil panen lebih lancar. Sementara itu, sistem irigasi akan dikaji secara teknis dan menyeluruh, supaya setiap pembangunan benar-benar tepat guna dan memberi manfaat jangka panjang.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ruas jalan Waltermonginsidi yang menghubungkan Sitolubanua–Togimbogi—jalur penting bagi mobilitas hasil pertanian. Serta melihat langsung kondisi Gedung Gereja GTDI Jemaat Betilekhema di Dusun II Balohili.
Satu per satu kita kerjakan.(Tim Baket)
Editor : Redaksi