Bangkalan,bnewsnasional.id – Dugaan praktik pungutan liar dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Kecamatan Tragah menjadi sorotan serius. Isu tersebut mencuat bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, dan disebut akan dibawa ke ranah pengaduan resmi oleh kalangan aktivis.
Dari Sekretariat Jaringan Kawal Bangkalan (JKB) di Kelurahan Pangeranan, Mahmudi menegaskan pihaknya sedang menyiapkan laporan kepada aparat penegak hukum terkait dugaan pemotongan bantuan pendidikan di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Tragah.
Baca Juga: Camat Arosbaya Kawal Langsung Pemasangan CCTV di 5 Desa, Meski Hari Libur
Menurut Mahmudi, bantuan PIP sejatinya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Karena itu, jika benar terjadi pemotongan, maka praktik tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat.
“Yang menjadi perhatian kami saat ini adalah dugaan pemotongan bantuan PIP di wilayah Kecamatan Tragah. Ini menyangkut hak siswa dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.
Tak hanya dugaan pungli PIP, Mahmudi juga menyebut pihaknya tengah mengumpulkan data pendukung terkait dugaan persoalan lain di sektor pendidikan, termasuk pengelolaan anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.
Baca Juga: Limbah Pabrik Beton di Labang Cemari Sawah, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Lahan
Selain itu, ia menyinggung adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disebut berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per siswa. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu ditelusuri lebih jauh agar tidak menjadi praktik yang berulang.
Mahmudi juga meminta aparat penegak hukum memberi perhatian khusus terhadap kondisi di Kecamatan Tragah, mengingat informasi yang beredar di masyarakat dinilai cukup kuat untuk menjadi bahan penelusuran awal.
Baca Juga: Dugaan "Tangkap-Lepas" Mobil Rokok Ilegal di Bangkalan, Dengan Mahar Puluhan Juta Rupiah
“Momentum Hardiknas ini seharusnya jadi pengingat bahwa dunia pendidikan harus bersih. Kalau ada dugaan penyimpangan, harus ditindaklanjuti agar masyarakat mendapat kepastian,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait atas dugaan yang disampaikan.(Team/Red)
Editor : Redaksi