Demo RSUD Thomsen Nias

Copot Dirut RSUD Thomsen Nias Tidak Mencerminkan sikap yang tidak kooperatif

avatar YUNIANTO

Copot Dirut RSUD Thomsen Nias Tidak Mencerminkan sikap yang tidak kooperatif

GUNUNGSITOLI, bnewsnasional.id - Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat (AMPERA) menggelar aksi damai di depan RSUD Thomsen Gunungsitoli, padaa Kamis (15/01/2026). 

Baca Juga: Pemuda Nias Minta Pemerintah Fokus pada Ekonomi Produktif Lokal

Massa datang membawa satu pesan utama: pelayanan publik di rumah sakit harus berjalan sesuai standar. Aksi berlangsung tertib dengan orasi dari sejumlah tokoh dan aktivis Lsm,pers setempat.

Salah satu orator, Pias, menegaskan tuntutan agar manajemen rumah sakit membenahi kualitas layanan. Ia menilai pelayanan kesehatan tidak sekadar urusan teknis medis, tetapi juga menyangkut kehadiran sikap dan tanggung jawab kehadiran, pada pelayanan baik  kepada publik.

“Pelayanan publik di rumah sakit harus sesuai standar,” kata Pias dalam orasinya.

Di sela aksi, awak media  mewawancarai Yanto Waruwu salah satu peserta aksi , Wakil Ketua GMICAK Kepulauan Nias.

Yanto mengaku kecewa karena Direktur RSUD Thomsen Gunungsitoli tidak hadir menemui massa. Menurutnya, ketidakhadiran itu mencerminkan sikap yang tidak kooperatif dan terkesan mengabaikan aspirasi Rakyat/masyarakat.

Baca Juga: Ketua BPD Dahadano Botombawo: Pengawasan Lampu Merah, Microbus BUMDes Jadi 'Bis Pribadi.

“Saya secara pribadi merasa kecewa karena Direktur RSUD Gunungsitoli sengaja tidak hadir tanpa memberikan alasan yang pasti,” ucap Yanto.

Ia menilai kehadiran pimpinan rumah sakit penting sebagai bentuk penghormatan terhadap warga yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Yanto menambahkan, kekecewaan peserta aksi juga berangkat dari pengalaman pelayanan sebelumnya.

“Di sini kita menilai pelayanan selama ini yang dilakukan oleh Direktur RSUD Thomsen Gunungsitoli buruk, terbukti tidak menghargai kami peserta aksi,” tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Kecamatan Hiliserangkai Klarifikasi Mengenai Evaluasi dan Pembinaan BUMDes Dahadano Botombawo

AMPERA berharap aksi ini menjadi catatan serius bagi para pemangku kebijakan. Yanto secara terbuka meminta kepala daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberi teguran tegas kepada pimpinan rumah sakit.

“Semoga ini menjadi catatan penting agar etika pelayanan publik benar-benar dikedepankan,” harapnya.

Aksi damai tersebut ditutup dengan seruan agar RSUD Thomsen Gunungsitoli segera berbenah. Massa berharap rumah sakit milik pemerintah itu kembali menjadi tempat yang memberi rasa aman, dihargai, dan manusiawi bagi setiap pasien.

Berita Terbaru