NIAS BARAT, bnewsnasional.id– Dinamika internal politik di Nias Barat tengah menjadi sorotan publik menyusul mencuatnya narasi keberatan dari mantan Sekretaris DPD Golkar Nias Barat, Khamozaro Halawa, terkait hasil pemilihan ketua. Namun, berdasarkan data penyerahan suara dan regulasi resmi organisasi, keberatan tersebut dinilai lahir dari kesalahpahaman terhadap aturan main partai yang berlaku mutlak Pada Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-IV di Marco Beach Sirombu pada Sabtu, 31 Oktober 2026
Fakta administratif menunjukkan bahwa untuk dapat ditetapkan sebagai calon ketua DPD Golkar Nias Barat, seorang kandidat wajib mengantongi dukungan sekurang-kurangnya 30 persen dari total pemegang suara sah, yang setara dengan minimal 3,9 suara.
Pada proses verifikasi, Khamozaro Halawa tercatat hanya berhasil mengumpulkan 2,75 suara. Angka tersebut secara otomatis menggugurkan posisinya karena tidak memenuhi ambang batas (threshold) yang diatur dalam konstitusi partai. Di sisi lain, hanya Yuliria Daeli yang berhasil memenuhi dan melampaui syarat minimal 30 persen tersebut, sehingga secara konstitusi sah ditetapkan sebagai calon terpilih tunggal.
Menanggapi polemik yang bergulir di media online, arus opini publik di ranah digital justru berbalik memberikan sentimen positif kepada keputusan partai. Gelombang dukungan dan apresiasi dari masyarakat akar rumput kini membanjiri berbagai platform media sosial, menyuarakan pembelaan serta optimisme terhadap kepemimpinan Yuliria Daeli.
Yuliria Daeli dinilai oleh warganet sebagai figur pemimpin yang loyal, bersahaja, dan selalu konsisten berbaur langsung dengan masyarakat. Viral-nya ekspresi dukungan digital ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Nias Barat kini semakin cerdas dalam memilah informasi berbasis data, memahami aturan kelembagaan, serta mendambakan perubahan yang nyata.
Baca juga: Emanuel Daeli: Keputusan DPP Golkar sudah tepat, Saatnya Sumut Fokus Konsolidasi dan Musda Sumut.
Melalui rilis ini, perwakilan masyarakat dan simpatisan mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi dinamika ini secara dewasa dan menghormati keputusan hukum partai yang sah. Elemen warga diajak untuk tetap menjaga stabilitas politik yang damai dan sehat di Nias Barat, serta fokus mengawal visi pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat luas.(Tim/Red Yanto)
Editor : Redaksi