Bangkalan, bnewsnasional.id– Masyarakat Kabupaten Bangkalan diminta tidak mudah percaya terhadap pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang menggunakan identitas Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Pesan tersebut dipastikan tidak benar setelah dilakukan penelusuran oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan.
Berdasarkan hasil verifikasi Diskominfo, terdapat nomor WhatsApp +62 813-9496-342 yang diduga mencatut nama orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa nomor tersebut bukan merupakan nomor pribadi milik Bupati Lukman Hakim. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak langsung menanggapi pesan yang dikirimkan oleh nomor bersangkutan.
“Berdasarkan hasil penelusuran, nomor WhatsApp tersebut bukan milik Bapak Lukman Hakim selaku Bupati Bangkalan. Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila menerima pesan dari nomor tersebut dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan Bupati,” demikian keterangan Diskominfo Kabupaten Bangkalan.
Baca juga: Momen Hangat HUT ke-75 Humas Polri, Awak Media Bangkalan Apresiasi Keterbukaan Informasi
Fenomena pencatutan nama pejabat publik melalui aplikasi pesan singkat patut menjadi perhatian serius. Sebab, modus semacam ini berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan korban sebelum melakukan tindakan yang merugikan.
Masyarakat diingatkan agar tidak memberikan informasi pribadi, data penting, ataupun mentransfer sejumlah uang apabila menerima permintaan mencurigakan dari nomor yang belum terverifikasi.
Baca juga: Diduga Jadi Korban Pembacokan, Pria di Desa Bringen Labang Alami Luka Serius
Diskominfo juga mengingatkan pentingnya melakukan pengecekan terhadap setiap informasi yang beredar, terutama apabila membawa nama pejabat pemerintahan.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, warga diharapkan tidak menjadi korban penyalahgunaan identitas sekaligus ikut berperan dalam mencegah penyebaran informasi bohong di lingkungan masyarakat.(Team/Red)
Editor : Redaksi