Perkuat Sinergitas Pemerintahan, Afolo Gulo Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pemuda di Rakor Mandrehe Barat

Reporter : Redaksi

MANDEHE BARAT,bnewsnaaional.id — Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kecamatan Mandrehe Barat Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mandrehe Barat, Rabu (23/9/2026), dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan, para Pj. Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: Camat Mandrehe Utara Pimpin Rakor Lintas Sektor: Bahas Evaluasi Program Kerja dan Persiapan HUT RI ke-81

Dalam forum tersebut, Afolo Gulo, S.H., CPP., CNLI, selaku tokoh pemuda, mendorong agar Rakor tidak berhenti sebagai agenda administratif, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, menyerap aspirasi, mengidentifikasi persoalan, dan menghasilkan langkah penyelesaian yang konkret.

«“Sinergitas bukan sekadar kata, tetapi harus diwujudkan melalui komunikasi terbuka, koordinasi efektif, dan kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan tidak akan optimal apabila setiap unsur bergerak sendiri-sendiri,” ujar Afolo.»

Menurutnya, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa memiliki peran strategis dalam memastikan program pembangunan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata. Untuk itu, koordinasi berkelanjutan diperlukan agar tata kelola pemerintahan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemuda Harus Menjadi Bagian dari Pembangunan

Afolo juga menekankan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan Kecamatan Mandrehe Barat.

Pemuda, kata dia, bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga memiliki potensi, gagasan, kreativitas, dan energi yang dapat diarahkan menjadi kekuatan produktif bagi masyarakat.

«“Pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan hari ini. Energi, kreativitas, dan potensi pemuda harus diarahkan menjadi kekuatan yang produktif bagi masyarakat dan daerah,” katanya.»

Baca juga: Seruan Anak Muda Jembatan Gantung Mandrehe Utara Butuh Perhatian Musrenbang Solusi

Ia berharap pemerintah terus membuka ruang komunikasi dan partisipasi pemuda dalam berbagai bidang, seperti sosial kemasyarakatan, olahraga, pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan kegiatan pembangunan lainnya.

Kepentingan Masyarakat Menjadi Orientasi Utama

Lebih lanjut, Afolo mengajak seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pemerintahan. Namun, setiap perbedaan perlu dikelola melalui komunikasi, musyawarah, dan semangat mencari solusi.

«“Mari kita kelola setiap perbedaan secara dewasa dan konstruktif. Perkuat komunikasi, kedepankan musyawarah, dan bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan masyarakat,” ungkapnya.»

Afolo mengapresiasi pelaksanaan Rakor Tingkat Kecamatan Mandrehe Barat Tahun 2026 dan berharap hasil pembahasan dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta seluruh elemen masyarakat membangun budaya kerja yang mengedepankan koordinasi dalam perencanaan, kolaborasi dalam pelaksanaan, dan evaluasi terhadap setiap program.

“Dengan sinergitas yang kuat, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda, pembangunan di Kecamatan Mandrehe Barat diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Afolo.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru