Bangkalan,bnewsnasional.id – Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman terus dilakukan melalui edukasi pencegahan perundungan sejak usia dini. Hal tersebut dilakukan mahasiswa Kelompok Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui kegiatan edukasi “Stop Bullying” di SD Negeri Gili Timur 2, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (22/9/2026).
Berbeda dengan penyampaian materi secara formal, kegiatan tersebut dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Para siswa diajak memahami bullying melalui penjelasan sederhana, permainan, hingga aktivitas yang mendorong mereka untuk saling berkomunikasi dan bekerja sama.
Baca juga: Puskesmas Sepulu Beri Klarifikasi Soal Video Pelayanan Pasien di UGD
Suasana kegiatan berlangsung meriah sejak awal. Mahasiswa KKNT terlebih dahulu mengajak siswa mengikuti ice breaking sebelum masuk pada materi utama. Cara tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih rileks sekaligus membangun keberanian siswa untuk berinteraksi.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari ucapan yang merendahkan, tindakan fisik, pengucilan, hingga perilaku lain yang dapat membuat seseorang merasa tertekan atau tersakiti.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai apa yang sebaiknya dilakukan ketika menjadi korban maupun ketika melihat temannya mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui permainan edukatif estafet kalimat. Selain menjadi hiburan, permainan itu mengajarkan pentingnya mendengarkan, menyampaikan informasi dengan benar, berkonsentrasi, serta membangun kerja sama dengan teman.
Koordinator Desa (Kordes) KKNT UTM, Syaiful Bachry, mengatakan edukasi mengenai bullying perlu diberikan dengan cara yang mudah dipahami anak-anak.
“Kami mencoba menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan supaya anak-anak tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku. Mereka bisa bermain, berinteraksi, sekaligus memahami bahwa setiap teman harus diperlakukan dengan baik,” ujar Syaiful Bachry.
Ia menjelaskan, bullying sering kali dianggap sebagai candaan oleh anak-anak. Karena itu, menurutnya, pemahaman sejak dini diperlukan agar siswa mampu membedakan antara bercanda dan perilaku yang sudah dapat menyakiti atau merugikan orang lain.
“Kami berharap anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga ucapan dan perilaku. Kalau mengalami atau melihat bullying, jangan diam. Bisa menyampaikan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya,” tuturnya.
Pihak SD Negeri Gili Timur 2 turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Edukasi yang diberikan mahasiswa KKNT diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan bagi siswa dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan bersama dan sesi dokumentasi. Antusiasme siswa tetap terlihat hingga akhir acara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT UTM berharap nilai-nilai saling menghormati, kepedulian, dan keberanian untuk mencegah perundungan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi anak untuk belajar menghargai orang lain. Karena itu, membangun budaya anti-bullying sejak sekolah dasar menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua siswa.(Team/Red)
Editor : Redaksi