Bangkalan, Bnews nasional.id — Polemik antara pihak pemerintah desa dan pendamping kecamatan di Kabupaten Bangkalan kembali memanas. Sorotan tajam kini mengarah kepada Pendamping Kecamatan Kwanyar yang memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait tuduhan Kepala Desa (Kades) Pesanggrahan.
Sikap tertutup tersebut memicu spekulasi publik yang menduga pernyataan Kades Pesanggrahan di media sosial memiliki dasar yang kuat.
Baca juga: Camat Arosbaya Dedeng Suprapto Apresiasi Peserta, Panitia Sukses Gelar Karnaval HUT ke-81 RI
Sebelumnya, Kades Pesanggrahan secara terbuka mengkritik kinerja dan dugaan penyimpangan pendamping kecamatan melalui akun TikTok pribadinya. Menurutnya, pihak pendamping hingga kini belum pernah memberikan klarifikasi yang transparan dan rasional terkait persoalan yang dituntut warga desa.
"Sikap bungkam ini justru semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa apa yang disampaikan Kades Pesanggrahan di TikTok adalah benar," ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Baca juga: Konflik Lahan Desa Buduran Memanas Warga Siap Pidanakan Terduga Makelar Tanah Berinisial
Dugaan penyimpangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kwanyar. Sejumlah pihak mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) maupun instansi berwenang di tingkat Kabupaten Bangkalan untuk segera turun tangan melakukan evaluasi dan investigasi mendalam.
Transparansi informasi dinilai sangat krusial guna mencegah simpang siur informasi, menjamin asas keterbukaan publik, serta menjaga kondusivitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Hingga berita ini diturunkan (12/08/2026), awak media masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari Pendamping Kecamatan Kwanyar dan pihak dinas terkait demi menjaga keberimbangan berita (cover both sides).
Editor : Redaksi