Tertinggal di Pelosok Nias, Aliansi BOSHITAR Kirim Surat Terbuka ke Presiden Prabowo: "Kami Ingin Merdeka dari Isolasi"
NIAS ,bnewsNasional.id– Aliansi Masyarakat Banua Sibohou-Ononamolo II-Simanaere-Hilimbaruzo-Taraha-Tarahoso (BOSHITAR) mengirimkan surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Mereka menuntut percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan Kabupaten Nias dan Nias Barat yang hingga kini masih terisolasi.
Baca juga: Dukungan Menguat, Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias Jadi Aspirasi Bersama
Kondisi geografis yang memprihatinkan di sekitar aliran Sungai Noyo disebut menjadi penghambat utama urat nadi perekonomian, pendidikan, hingga kesehatan ribuan warga di enam desa tersebut.
Dalam suratnya, Aliansi BOSHITAR mengungkapkan bahwa buruknya akses jalan membuat program unggulan pemerintah pusat sulit menjangkau mereka. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga satu tahun berjalan diklaim belum menyentuh anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
"Infrastruktur yang buruk membuat program pemerintah sulit menjangkau kami. Anak-anak kami di tingkat TK hingga SMA di daerah 3T ini seolah terlupakan karena akses yang nyaris tidak bisa dilalui," tulis aliansi dalam pernyataan resminya.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kondisi Jembatan Gantung ILO di Sungai Noyo, Desa Lahagu. Jembatan yang dibangun tahun 2012 tersebut kini dalam kondisi keropos, berlubang, dan berkarat sehingga membahayakan keselamatan warga.
Masyarakat juga mengungkit kembali kunjungan tokoh nasional, Bobby Nasution, saat masa kampanye tahun 2024 lalu. Saat itu, Bobby sempat merasakan langsung sulitnya medan di wilayah BOSHITAR.
"Kami berharap Bapak Bobby Nasution tidak lupa akan janji-janjinya untuk memperhatikan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah kami," tegas perwakilan masyarakat.
Aliansi BOSHITAR memaparkan dua rute strategis yang butuh penanganan segera:
Rute I: Ruas jalan Desa Ononamolo II menuju Desa Tarahoso, Hilimbaruzo, dan Taraha sepanjang 6 Km, termasuk kebutuhan pembangunan jembatan permanen di atas Sungai Noyo.
Rute II: Jalur dari Kecamatan Botomuzoi (Desa Hiliwaele 1) menuju Desa Simanaere, Banua Sibohou, hingga menyeberangi Sungai Noyo ke Kabupaten Nias Barat sepanjang 10 Km.
Meski memiliki hasil bumi yang melimpah dan masyarakat yang produktif, warga mengaku frustrasi karena hasil pertanian mereka tidak bisa dipasarkan secara luas akibat biaya angkut yang mahal atau akses yang terputus saat sungai meluap.
"Kami memiliki hasil bumi, kami memiliki anak-anak berprestasi, tapi semua layu karena kurangnya infrastruktur. Kami tidak ingin menjadi beban negara, kami ingin menjadi bagian dari solusi kemajuan bangsa," tutup surat tersebut.
Warga BOSHITAR kini menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sumatera Utara, serta Bupati Nias dan Nias Barat agar segera turun tangan membedah isolasi wilayah yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini,Surat Terbuka Berikut dari Aliansi BOSHITAR
SURAT TERBUKA
Aliansi Masyarakat BOSHITAR
Kepada Yang Terhormat :
Bapak Presiden RI Prabowo Subianto
Di Jakarta
Dengan Hormat,
Kami, Aliansi Masyarakat Banua Sibahou-Ononamolo II-Simanere-Hilimbaruzo-Taraha-Tarahoso yang di singkat (BOSHITAR), yang terdiri dari desa-desa di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Barat.
1. Desa Banua Sibohou, Kecamatan Botomuzoi,Kabupaten Nias.
2. Desa Ononamolo II ,Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.
3. Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.
4. Desa Taraha, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.
5. Desa Tarahoso, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.
6. Desa Simanaere, Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias.
Dengan ini menyampaikan keluhan dan aspirasi kami terkait pembangunan infrastruktur di daerah kami. Kami telah beberapa tahun mengalami kesulitan dalam mengakses jalan dan jembatan yang tidak memadai, serta jaringan listrik PLN yang belum mencukupi. Hal ini sangat menghambat dalam peningkatan perekonomian kami, karena infrastruktur yang buruk membuat program-program pemerintah ,sulit menjangkau daerah kami ini seperti program (MBG)Makan Gizi Gratis, Sudah satu tahun berlalu belum pernah tersentuh Anak anak kami, Sebagian sekolah TK, SD, SMP, SMA/SMK di daerah ini. Dan juga di bidang Kesehatan, dan bidang pendidikan, keagamaan dan Lain Sebagainya, karna jangkauan daerah wiyah Daerah 3 T, di antara desa desa di Kabupaten Kota di kepulauan Nias. Akibat tata letak Geografis Daerah kami ini,terletak di dekat melintangnya Sungai Noyo dan sehingga aktifitas masyarakat dan perkembangan ekonomi terbatas, karna di batasi Insfrakturtur jalan dan Jembatan yang belum di bangun.
Rute jalan ini pernah dilalui Bapak Bobby Nasution saat kampanye di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada tahun 2024, kemungkinan besar melewati jalan-jalan yang kondisinya masih sulit, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) seperti di daerah BOSHITAR.
Mungkin Bapak Bobby Nasution ingin merasakan langsung kondisi jalan dan kehidupan masyarakat di daerah tersebut, serta menunjukkan kesediaannya untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Namun, masyarakat juga mengingatkan agar Bapak Bobby Nasution tidak lupa akan janji-janjinya dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah ini
BOSHITAR, terutama dalam hal infrastruktur jalan dan pembangunan Jembatan.
Jembatan Gantung ILO di Sungai Noyo, Desa Lahagu, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, yang dibangun pada tahun 2012 sudah tidak layak pakai lagi. Jalan yang dibangun dengan lebar 1 meter dan panjang kurang lebih 1000 meter juga sudah berlobang dan rusak akibat umur yang sudah tua dan besi yang sudah karatan.
Perlu Kami Menyampaikan Rute infrastruktur Jalan dan Jembatan Berikut:
1. Ruas Jalan Dari Desa Ononamolo II ke Dusun 1 Desa Tarahoso, Hilimbaruzo, Desa Taraha-sungai Noyo menuju Kecamatan Mandrehe Utara, dengan panjang sekitar 6 Km dan membutuhkan Pembangunan Jembatan di sungai Noyo.
2. Rute Ke II Dari Kecamatan Botomuzoi, Desa Hiliwaele 1 Menuju Aramo Desa Simanae ke Desa Banua Sibohou,Kabupaten Nias Menuju Desa Taraha,ke Sungai Noyo Desa Lahagu Kabupaten Nias Barat, dengan panjang sekitar 10 Km.
Kami memohon kepada Bapak Presiden, Wakil Presiden, Bapak Gubernur Sumatera Utara, Bapak Bupati Nias dan Nias Barat untuk memperhatikan dan menindaklanjuti aspirasi kami, agar kehidupan sehari-hari kami masyarakat dapat tersentuh program-program Pusat, Provinsi, dan Kabupaten.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa kami telah berjuang keras untuk meningkatkan perekonomian kami, namun tanpa infrastruktur yang memadai, usaha kami menjadi sia-sia. Kami memiliki anak-anak yang berprestasi, namun karena kurangnya infrastruktur, mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi karna Ekonomi. Kami memiliki hasil bumi yang melimpah, namun karena kurangnya infrastruktur, kami tidak dapat menjual hasil bumi kami ke pasar yang lebih luas.
Kami memiliki masyarakat yang sehat dan produktif, dan desa desa ini termasuk desa yang bersejarah namun karena kurangnya infrastruktur, kami tidak dapat meningkatkan kualitas hidup kami. Kami memiliki keinginan untuk maju dan berkembang, namun karena kurangnya infrastruktur, kami tidak dapat mencapai tujuan kami.
Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk memperhatikan kami dan memberikan kami kesempatan untuk maju dan berkembang. Kami berharap, Bapak Presiden dapat melihat kami sebagai bagian dari bangsa ini dan memberikan kami kesempatan untuk berkontribusi pada pembangunan negara.
Kami juga berharap, Bapak Presiden dapat memperhatikan kebutuhan kami dan memberikan kami solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan kami. Kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ingin menjadi beban bagi negara, namun kami ingin menjadi bagian dari solusi untuk kemajuan negara.
Kami berharap, Bapak Presiden dapat mendengar suara kami dan memberikan kami kesempatan untuk maju dan berkembang. Kami ingin menyampaikan bahwa kami percaya pada Bapak Presiden dapat memimpin kami menuju kemajuan dan kemakmuran.
Kami ingin menyampaikan bahwa kami percaya pada Bapak Presiden dan kami berharap, Bapak Presiden dapat memimpin kami menuju masa depan yang lebih baik. Kami ingin menyampaikan bahwa kami siap untuk menghadapi tantangan dan kesulitan, namun kami membutuhkan dukungan dan perhatian Bapak Presiden.
Kami ingin menyampaikan bahwa kami akan selalu bersyukur atas perhatian dan dukungan Bapak Presiden. Kami berharap, dengan infrastruktur yang baik, rakyat akan sejahtera dan pimpinan bangsa akan berhasil.
Hormat kami,
Aliansi Masyarakat "BOSHITAR"
Editor : Redaksi