Sampang, bnewsnasional.id – Penyaluran bantuan pangan beras di desa pangereman, kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, bukan rahasia lagi ratusan warga hanya bawa pulang 10 kilogram beras, Rabu, (23/09/2026)
Hal tersebut perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah khususnya kabupaten Sampang,vkekhawatiran masyarakat kini bukan hanya soal jumlah beras yang di berikan kepada warga kemungkinan besar penyimpangan tersebut bisa Ter ulang kembali.
Baca juga: Dugaan Tangkap Lepas Rokok Ilegal di Suramadu Seret Oknum Pomal dan Wartawan
Pada penyaluran sebelumnya, sejumlah warga mengeluhkan tentang adanya pengurangan. Namun hal tersebut terjadi lebih parah, bantuan yang seharusnya diberikan utuh 30 kilogram kepada warga penerima, kini malah diberikan hanya 10 kilogram, disitulah banyak warga, mulai muncul kekhawatiran, sebab tidak semuanya warga kebagian.
Hal tersebut hampir dialami per dusun. Sehingga beberapa warga mengaku sebelumnya menerima sudah banyak yang kecewa bantuan pangan beras dan minyak sudah ada pengurangan,
Baca juga: Mobil Warga Digembok, Parkir di Bahu Jalan dan Trotoar Sekitar Hotel-Restoran Turut Disoroti
Di situlah baru muncul dugaan permainan yang diduga dilakukan perangkat desa, dengan mengurangi beras, sehingga muncul perbincangan besar di kalangan para warga khususnya didesa pangereman dan jika hal tersebut dibiarkan maka diyakini akan terus terjadi penyelewengan.
Bahkan sejumlah penerima pun sulit untuk diketahui Karena pemerintah desa harus terbuka jumlah penerima, volume beras yang masuk, jumlah warga yang telah menerima, Penerima masing-masing wajib mendapatkan 30 kilogram.
Baca juga: Buron Sejak September 2024, DPO Narkoba M.S Masih Bebas Berkeliaran di Sampang
Kejadian hal tersebut masyarakat meminta pemerintah harus mengambil tindakan tegas terhadap para perangkat desa yang berani mengambil hak bantuan masyarakat, menjual, mengurangi atau mengalihkan beras untuk keuntungan pribadi harus diproses secara pidana.(Tim/Red)
Editor : Redaksi