Jalan Alternatif Gunungsitoli Nias Barat Masih Terisolir, Warga Minta Gubernur Sumut Tinjau Langsung

avatar Redaksi

NIAS BARAT,bnewsNasional.id– Warga Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kecamatan Botomuzoi, Kabupaten Nias menyampaikan permohonan resmi kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara agar berkenan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi ruas jalan dan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat di wilayah pesisir barat Pulau Nias.

Permohonan ini dilatarbelakangi belum adanya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa desa yang pernah dikunjungi Bapak Gubernur saat kampanye tahun 2024, yakni Desa Ononamolo II, Desa Hilimbaruzo, Desa Tarahoso, Desa Taraha, dan Desa Lahagu sebagai Ibu Kota Kecamatan Mandrehe Utara.

Baca Juga: Investigatif Menohok : Setelah Isu Pasir Laut, Proyek Megah SMAN Sukma Nias Rp87,3 M Dipergoki Cor Beton di Tengah Hujan

Hingga saat ini, wilayah tersebut belum tersentuh pembangunan baik dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat.

2 Ruas Jalan Prioritas yang Diajukan:

1. Ruas Jalan Utama Kecamatan Mandrehe Utara
Rute: Desa Hiliuso, Kec. Lolofitu Moi → Desa Ononamolo II → Desa Hilimbaruzo → Desa Tarahoso → Desa Taraha → Jembatan Gantung Noyo yang dibangun ILO tahun 2010 → Desa Lahagu, Ibu Kota Kec. Mandrehe Utara, Kab. Nias Barat.
Jarak: ± 6 KM dari Ononamolo II ke Lahagu.

2.Ruas Jalan Alternatif Penghubung 2 Kabupaten
Rute: Simpang Jalan Provinsi Kec. Hiliserangkai/Botombawo, Kab. Nias → Kec. Botomuzoi → Desa Simanaere → Desa Banua Sibohou, perbatasan Kab. Nias & Nias Barat → Desa Taraha → Jembatan Gantung Noyo→ Desa Lahagu, Ibu Kota Kec. Mandrehe Utara.
Jarak: ± 4 KM.

Dampak Keterisolasian

Baca Juga: BOM WAKTU ! SK Pj. Sekda Nias Barat Mati Sejak 5 Feb 2026, Legalitas Ernawati Gulo Dipertanyakan

Masyarakat menegaskan bahwa keterisolasian jalan ini berdampak langsung pada pelayanan dasar. Di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat fasilitas umum penting seperti Gedung Sekolah PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, Puskesmas Pembantu, dan Poskesdes yang tersebar di Desa Ononamolo II, Hilimbaruzo, Tarahoso, Taraha, Lahagu, dan Banua Sibohou.

Selain itu, ratusan petani dan pekebun sangat bergantung pada jalan ini untuk mengangkut hasil bumi seperti Pisang, Karet, Sawit, dan komoditi lainnya ke pasar.

Yang lebih memprihatinkan, program nasional Makan Bergizi Gratis - MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga kini belum dapat dirasakan oleh anak-anak sekolah, lansia, dan ibu hamil di wilayah ini karena terkendala akses jalan.

Harapan Masyarakat

Baca Juga: KEPONGKARAN TERBONGKAR! DPRD Sumut  Proyek Rp87 Miliar Sukma Nias Diduga Pakai Pasir Laut, Harus Diusut!

“Kami masyarakat sangat berharap Bapak Gubernur Sumatera Utara dapat melihat langsung ke lapangan. Kami percaya dengan keberpihakan Bapak, jalan alternatif ini bisa segera dibangun demi pemerataan pembangunan di Nias dan Nias Barat,” ujar perwakilan masyarakat.

Demikian press release ini disampaikan. Besar harapan kami agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera memberikan perhatian terhadap ruas jalan alternatif strategis ini.

Hormat kami,
MEWAKILI MASYARAKAT
KECAMATAN MANDREHE UTARA, KAB. NIAS BARAT
DAN KECAMATAN BOTOMUZOI, KAB. NIAS

Berita Terbaru